Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi

Soneta Hutan Hujan

25 Mei 2014   03:17 Diperbarui: 23 Juni 2015   22:08 42 1

Malam makin temaram, tapi aku masih saja mengeja jiwamu dan menerka-nerka lekuk hatimu. Hati yang kau sembunyikan di balik lapisan kelok liukan kata. Kata-kata yang bertumpuk merapat, tebal merimbun bagai gugusan pepohonan belantara hutan hujan yang enggan kumasuki. Hutan hujan tempatmu timbul tenggelam. Tempatmu menghirap, sirna lalu muncul kembali.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun