Mohon tunggu...
KOMENTAR
Gayahidup Pilihan

Batik Bakaran yang Tidak Dibakar

6 Oktober 2019   14:36 Diperbarui: 6 Oktober 2019   16:13 169 9

Manusia berpakaian pada hakekatnya  menutupi aurat, minimal melindungi bagian  vital dan dianggap tabu sehingga orang lain terlarang untuk melihatnya. Perkembangan pakaian yang melekat di kulit manusia adanya keinginan  agar estetika juga menyertainya, tidak hanya sekadar  kain digulungkan ke tubuh. Nenek moyang orang nusantara terkenal dengan budayanya membuat gambar-gambar pada kayu, batu,dan  candi mencoba mentransfernya ke pakaian yang dikenakan agar lebih indah sekaligus memberikan nuansa sakral.

Dan bentukan estetika yang digambarkan di pakaian  itu kita kenal dengan batik. Dari  kata bahasa Jawa amba yang berarti menulis dan tik yang berarti titik (wikipedia). Di Indonesia sendiri hampir tiap daerah mempunyai kerajinan batik. Dan kekhasan motif adalah kekayaan  budaya lokal yang dimiliki. Budaya itu sendiri mewakili tingkat kecerdasan dan kemajuan pola hidup yang dimiliki oleh penganutnya. Sehingga kecerdasan itu juga akan mencerminkan kearifan-kearifan yang dimiliki oleh masyarakatya.

KEMBALI KE ARTIKEL