Mohon tunggu...
KOMENTAR
Cerpen

Cerpen | Pashmina Merah buat Munah (A Psycho-Story)

6 Oktober 2017   22:03 Diperbarui: 21 April 2018   10:21 976 3
Bajuku cukup necis dan rapi untuk bertamu sejenak di gedung itu. Bagaimana tidak necis dan rapi, dua jam ke depan aku harus meeting formal dengan sejumlah orang di gedung yang letaknya tak jauh dari gedung ini. Disini aku ingin shalat di suraunya, dan tentu saja suasana luar gedung itu yang menarik naluriku sebagai psikolog dan penulis untuk mampir . Jika gedung itu memang hanya dibangun untuk melayani anak rantau negri Nuswantara, bukankah aku juga anak negri Nuswantara. Meski aku tak merantau di negri ini, namun kunjungan singkatku untuk sebuah urusan boleh saja kan jika aku mampir kesini.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun