Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Tutur Lembut Kata adalah Kebutuhan Para Mumayyiz

14 April 2021   00:50 Diperbarui: 14 April 2021   01:59 91 8


Jemari lembut yang menuntun tatap lugu matamu
Adalah, awalku memulai bina tutur kata pasif bentuk alif
Kepadamu; kuncup-kuncup suci pecinta sabdaku
Para mumayiz perindu lantunan nada dan nadiku
Jemputlah beberapa nasehat yang telah aku berikan nafas padanya
Dan kabari aku, setelah shubuh kauhirup, fajar kausambut, serta senyum kaurentangkan teruntuk pagi, sebab aku akan berkunjung

Kudapati sambut salam sehangat nuansa keluarga di rumah
Kaulah sebab atas keringat ini untuk muncul; alasan kasih dan cintaku terus ikhlas mengucur
Ingin kupeluk seutuh hangat pada mungil  kecil tubuhmu
Tatap matamu lugu, permai menghiasi hari di mana warna menjadi sahabatku
Maha Suci Allah pemilik anak-anak solehah, padanya tutur kata manis warisan lembut sifat bunda aisyah

Ambigu tak tiba lagi seram, sekelam apa yang telah tersulam pada perasangka
Hati kecil ini, tak lagi sukar menoleh permadani jalan menuju amal jariyah
Hingga tersemat kasihku pernah berbicara, kepada nuansa termasing hati parade manja mereka
Akan kerinduan manis pangkuan lembut yang merangkul hatinya, sebab asmara terindahlah baginya kata-kata yang penuh cinta

Kau penyambung pelita kelak di keheningan kubur dan akhiratku
Saksi terhadap bekas rasa hangat gubahan rasa yang telah kuberi
Kaulah pucuk-pucuk jelita nan selalu indah penuh maknawi
Kuharapkan tumbuh sebagai bunga di jejeran warna termulia
Lentera putih untuk taman hati putra putri mahkota di rumah  

Penyambung tapak kaki dan lidah-lidah para ulama
Madrasah tunas-tunas muda penerus keluarga dan bangsa
Istiqomah mengharapkan jannah, nan selalu merindukan husnul khatimah 

KEMBALI KE ARTIKEL