Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Puisi: Bulan dan Awan Pekat

17 Desember 2021   20:41 Diperbarui: 17 Desember 2021   20:43 814 15
Bulan bercokol di singgasananya
Cerah memberikan ketenangan
Malam yang penuh dengan penat
Oleh jiwa-jiwa yang risau akan kondisi yang tak bersahabat

Bulan seakan berjalan dengan cepat
Berlari mengejar diri dari ketakutan sesaat
Namun hanyalah awan hitam pekat
Yang berucap dengan permisi
"Aku mau lewat"

Labirin awan yang semula hanya sekat
Masih ada kesempatan menusuk dengan mata, kini harus tertutup rapat diselimuti awan hitam pekat
Kendati demikian pancarannya masih nampak disudut-sudut cakrawala

Tawa pasrah menyuarakan cukup sudah
Merebahkan raga di tanah hitam
Sembari memandangi dengan teliti sedalam-dalamnya betapa masih jauh
awan pekat sana akan berlalu

Dengan keyakinan yang pasti
Sebanyak apapun pekatnya awan yang berjalan
Semua pasti akan berlalu dengan perlahan dan dengan kesabaran
Bulan akan kembali menerangi dengan cerah memperlihatkan kembali bintang-bintang

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun