Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud

Beda Ibadah Vertikal dan Ibadah Horizontal

17 Juli 2013   01:17 Diperbarui: 24 Juni 2015   10:27 3983 0

terpikir untuk menulis tulisan ini dikarenakan ada status saudara saya di "grup kajian"Facebook: "Maaf bgi yg tdk kepentingan atau hnya iseng sja. Tlong jgn buat stt aneh2 yg tdk maksud d akal di kiriman "grup bla bla bla-saya sengaja hidden untuk menjaga nama baik saudara kita-" . Disni bkn untk promo kue atau yg laen nya. Di sni untk belajar soal ke imanan atau tentang sling membgi irmu pemahaman." kalau dari isi kata kata tersebut rekan2 pasti tau dong itu grup kajian keagamaan. tidak disangka dan tidak dinyana mengundang komen2 yang beragam ada yang setuju dan ada jg yang tidak setuju bahkan ada yang sedikit ngeyel dengan berdagang di komen tersebut yang bikin gelinya dagang bawang hahahah yang kita ketahui harga bawang sedang menggila.

sedikit yang saya pahami dari status dan beberapa komen negatif dari penulis status yang menyatakan bahwa berdagang itu urusan pribadi dan tidak ada hubunganya dengan kajian. ya memang betul sekali tidak ada hununganya dengan kajian itu tapi kan tidak semestinya membuat status yang mendeskreditkan rekan yang lain yang sedang mencari nafkah dari socmed.

anggapan berdagang itu bukan suatu ibadah adalah sesuatu hal yang salah, berdagang itu usaha halal untuk mencari nafkah dia tidak mencuri atau mengambil hak orang lain. disini sedikit ingin berbagi tentang perbedaan ibadah vertikal dan ibadah ritual.

IBADAH VERTIKAL

ibadah vertikal adalah ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba kepada tuhannya baik itu dilakukan di tempat ibadah maupun diluar tempat ibadah. yang dilakukan ditempat ibadah seprti shalat lima waktu, shalat jumat, teraweh dan tahajud. sedangkan ibadah yang bisa dilakukan diluar tempat ibadah seperti puasa, membaca alquran berzikir dalam perjalanan. dan nilai ibadahnya itu tergantung keikhlasan dari hamba dan Tuhan-nya.

kita tidak pernah tau apakah dia benar2 shalat, atau berpuasa karena yang tahu pada hakikatnya hanya dia dan Allah. ya walau dari fisik kita bisa melihat dia melakukan gerakan shalat dan jika puasa kita bisa melihat dia tidak makan, minum atau hal-hal yang bisa membatalkan puasa, akan tetapi kita tidak tahu didalam hati nya, kita juga tidak tahu apa yang dilakukan dia dibelakang kita bukan. dan lagian kurang kerjaan sekali memperhatikan ibadah vertikal seseorang.

konsekwensi seseorang yang meninggalkan atau tidak melaksanakan ibadah vertikal adalah dia akan mendapatkan dosa karena telah melanggar dan tidak mengindahkan perintah Tuhan-nya untuk beribadah menyembah kepada-Nya. dan cara "meminta maaf" atau memohon ampunanya "mudah" cukup dengan taubatan nasuha (tobat yang sesungguh-sungguhnya) dan Allah maha pemurah lagi maha pengampun, ketika mendapati hambanya yang berbuat salah dan bertobat dengan sepenuh hati. DONE!

IBADAH HORIZONTAL

Ibadah Horizontal adalah ibadah yang berupa kepedulian, kepekaan sosial terhadap orang lain atau makhluk lainya, dan semata-mata dilakukan untuk mencari Ridho Allah Tuhan semesta Alam.

ibadah horizontal seperti, bersedekah, menyantuni anak yatim (http://yayrahmah.wordpress.com), kerja bakti membersihkan lingkungan, membersihkan sungai, silaturahmi mengunjungi tetangga, saudara, teman sejawat dll. menengok orang yang sakit, mengantarkan jenazah ke pemakaman dan lain-lain, dan seterusnya, dan sebagainya.

luas bukan manfaat dari ibadah horizontal?

ketika seseorang melaksanakan ibadah horizontal seprti bersedekah dan menyantuni anak yatim, memang kita tidak tahu persis motif atau niatan yang ada didalam hati penyantun tapi ada sisi positif yaitu manfaat yang dirasakan oleh penerima sedekah dan penerima santunan. ikhlas atau tidaknya ibadah horizontal tetap bernilai positif yaitu MANFAAT. yang tidak terdapt di Ibadah vertikal.

ketika seseorang ikhlas bersedekah atau menyantuni anak yatim/fakir miskin maka di akan sangat bernilai baik dimata manusia maupun dimata Allah Tuhan semesta Alam. akan tetapi ketika dia tidak ikhlas misalnya ria ingin dilihat atau dinilai sebagai seorang yang dermawan maka dia hanya memberi nilai satu nilai positif yaitu manfaat santunan yang dirasakan oleh penerima sedekah/santunan, walau di hadapan Allah kebaikannya itu terhapus oleh sifat ria itu. ria lebih baik dari pada tidak sama sekali. wallahu 'alam.

konsekwensi seseorang yang tidak melakukan ibadah horizontal seperti tidak bersedekah, tidak menyantuni anak yatim dan tidak bersilaturahim maka dia telah memakan sebagian dari hak orang fakir miskin dan yatim serta dia tidak akan punya saudara kenapa karena jangan kan saudara silaturahmi aja tidak. kemudian ketika dia bersedekah tetapi ketika memberikan sedekah atau santunan itu dengan sikap merendahkan dan menyakiti hati penerima sedekah misalnya. atau dia memfitnah saudaranya melakukan perbuatan tercela seperti mencuri dll.

cara mendapatkan pengampunan dari dosa melanggar ibadah horizontal tidak bisa dilakukan dengan semata2 bertaubatan nasuha saja, akan tetapi dia harus meminta maaf kepada orang yang telah dia sakiti, Allah tidak akan mengampuni dosa seorang hamba selama dia belum mendapatkan maaf dari saudaranya yang disakiti. karena dosa kepada orang lain itu tidak bisa digantikan dengan tahajud, shalat lima waktu, bahkan berhaji sekalipun. dia harus mendapatkan maaf dulu dari saudaranya baru dia bertaubat dengan bersungguh2 kepada Allah, insya Allah taubatnya akan di terima oleh Allah SWT.

Kesimpulan perbedaan dari Ibadah Vertikal dan Horizontal adalah:

Ibadah vertikal itu bisa kapan saja dimana saja, dan hanya kita dan Allah yang tahu.
2. Ibadah Horizontal itu kita belajar bertanggungjawab terhadap keluarga, saudara, teman, sahabat dll untu
k saling mengingatkan akan kebaikan.
3. Dosa vertikal cukup dengan dengan taubatan nasuha selesai perkara.
4. dosa horizontal tidak cukup dengan ibadah vertikal, shalat tidak menghapus dosa menyakiti tetangga, ibadah haji tidak menghapus dosa korupsi, dan seterusnya dan seterusnya. sebelum orang yang tersakiti dan yang haknya diambil oleh kita dan kita mendapatkan maaf dari mereka. setelah dapat maaf dari mereka barulah kita bertaubatan nasuha memohon ampunan kepada Allah.
5. Ibadah vertikal bisa digantikan oleh ibadah horizontal, seprti menunda berhaji untuk menyantuni tetangga yang fakir dan miskin yang sedang kesulitan. shalat bisa di dibatalkan ketika melihat saudara kita dalam berbahaya.

Dari sekolah menengah pertama saya tidak pernah percaya bahwa kehidupan dunia dan akhirat itu bisa berimbang. kenapa? karena setiap ucap kata kita, setiap langkah perbuatan kita yang semata2 mencari rido Allah itu akan bernilai ibadah artinya bernilai akhirat bukan?. demikian sedikit berbagi.


SEMOGA BERMANFAAT.

Sekolah Kehidupan: http://yayrahmah.wordpress.com

KEMBALI KE ARTIKEL