Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Lelaki Berompi Oranye

21 Maret 2019   09:13 Diperbarui: 21 Maret 2019   09:39 17 2
Tuan, aku tak lagi dengar kau meratus
diam tertunduk lesu memberangus
separuh bertopeng menahan dengus
menutupi mulutmu yang rakus fulus

Tuan, aku mendengar engkau terendus
kisahmu di televisi menjadi desas-desus
terjerumus oleh siklus bonus sang tikus
karena rumus cantik tak berjalan mulus

Tuan, aku tak lagi melihatmu bergaya
semringah menebar pesona dan tawa
bersafari dari pangung ke meja kerja
kini kau tampak murung bak sahaya

Tuan, kini kau lebih suka hening cipta
kosong tatapanmu terlihat berkaca-kaca
bagai mengundi rasa percaya dan bahaya
menunggu palu bicara atau jeruji penjara

Bone, 200319

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun