Mohon tunggu...
KOMENTAR
Healthy Artikel Utama

Belajar Sampai ke Negeri Rusia? (Asiknya Ikut Konferensi Kedokteran II)

16 Mei 2015   03:53 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:59 237 2

Kenapa belajar ke  Rusia?, bertanya kepada salah satu mahasiswa yang ada di sini. Berbagai macam alasan yang di kemukakan oleh mereka. Dari sini diambil kesimpulan pada dasarnya ingin mencari ilmu yang lebih tinggi dengan sebisa mungkin biaya yang kecil.

Dokter dan Teknologi

Setelah beberapa lama tinggal di Moskow, cukup kagum dengan pengetahuan ilmu teknologi, pertambangan, dan juga lainnya. Merupakan salah satu negara yang dari dulu dikenal punya teknologi antarikasa, jadi tidak salah jika mahasiswa menimba ilmu di sini. Memperhatikan beberapa lama disini, maka berpendapat  para mahasiswa yang tinggal di sini tangguh luar biasa. Bisa di bayangkan pada tahun pertama mereka harus berjuang keras belajar bahasa Rusia, yang sampai saat ini pun belum saya kuasai, sedangkan para mahasiswa harus jungkir balik berusaha kuasai dalam waktu setahun.

Walaupun seluruh kuliah gratis, uang saku yang di berikan pemerintah Rusia tidak mungkin mencukupi biaya hidup, sehingga mereka yang dari keluarga yang kurang mampu terpaksa harus sangat kencangkan ikat pinggang dan berusaha mencari tambahan sana-sini. Cukup sangat  berbeda keadaan dengan mahasiswa negara tetangga  berada di sini yang  juga  jumlahnya sangat jauh berbeda.  Tapi tahun ini cukup ada angin segar yang di dapat, mereka diberikan tambahan bantuan dari dinas Pendidikan walaupun tidak semua mahasiswa yang mendapatkannya (selalu berpikir positif).

Kembali membahas tentang kongres, banyak sekali referensi  masukkan ilmu baru yang di dapat, dengan pembicara berasal dari berbagai macam negara membuat terbuka dari berbagi sudut pandang . Salah satu ungkapan yang sangat diingat  yaitu “Age is a chronology and  remember never age the ages so never close the window of your mind .” Merupakan kata penutup yang di lontarkan oleh Profesor V.Gomel seorang dokter spesialis kebidanan, berasal dari Vancouver Canada,  yang juga seorang ahli dalam bedah mikro menggunakan robot juga ahli uterus, tuba, kesuburan, dan  banyak lagi keahlian lainnya. Dalam kongres ini materi yang di presentasikan yaitu Influence of science and technology on surgery.

Presentasi seorang ahli  laparoscopy mikro yang luar biasa ini mengemukakan mengenai penggunaan teknologi di bidang kedokteran. Baiknya para dokter juga harus mengetahui berbagai  macam pengetahuan teknologi serta menguasai komputer, karena di masa depan teknologi sangat membantu sekali untuk seorang dokter. Di sisi lain beliau juga menekankan untuk menggunakan teknologi dengan bijak, dalam arti digunakan jika memang di perlukan.  Pada akhir presentasi juga mengatakan “Teruslah  berusaha mencari jalan dimana dan kemana-pun bahkan ke Rusia (wah... pernyataan yang sesuai dengan mahasiswa di sini) , ini  untuk pasien juga kebaikan bersama, dan jangan salahkan umur anda . Kata penutup yang semuanya cukup menggugah, karena menganjurkan kita agar jangan menyerah dalam keadaan apapun, dimanapun bahkan berapapun umur  kita agar mencari segala pengetahuan  demi kebaikan .

Pembahasan yang lainnya tentang ini dari pembicara yang lainnya  didapat yaitu tentang kemajuan teknologi operasi jarak jauh menggunakan robot,  kemajuan alat visual imaging pada kedokteran, sehingga berharap nantinya dokter punya mata seperti superman yang bisa me-scan penyakit dari luar tanpa harus memasukkan alat dalam tubuh, dan membuat pasien senyaman mungkin dalam suatu tindakan. Maka bersahabatlah dengan teknologi, itu juga kata salah satu dari  presenter.

Selain itu teknologi di bidang infertilitas yang cukup maju pesat, serta penggunaan obat pada kebidanan dengan penelitian terbaru, Pembahasan tentang mengurangi kecacatan pada bayi dalam rahim, bahkan pembahasan proses melahirkan di rumah yang aman (jadi  teringat waktu PTT dahulu berkunjung ke tempat pasien melahirkan... ternyata banyak yang harus di perbaiki)

Hubungan Intim dan kedokteran

Mengenai hal ini... jadi kenapa tidak kita bahas tulisan sebelumnya lebih mendalam sekarang  (kiranya ini pembahasan yang di tunggu bagi yang pernah membaca tulisan pertama). Kenapa begitu vulgar judul terdahulu, alasannya karena jika diperhatikan orang Indonesia suka yang berbau vulgar, hanya saja sembunyi-sembunyi agar terlihat baik (pada akhirnya bisa lebih vulgar dari kata vulgar itu sendiri). Dari sini memberanikan diri kenapa tidak langsung saja membuat judul yang lebih jelas, sehingga maksud yang di sampaikan tidak membias ke segala arah bagaikan cahaya... seperti  halnya  pernyataan yang di lontarkan oleh semua bidang selebritis politisi, hukum, artis atau apapun juga siapapun suka muncul di TV .

Kalau untuk membahas sesuatu hal yang baik kenapa harus ditutupi, dengan dasar yang jelas dan dapat di tanggung  jawabkan. Alternatif mengajak kejujuran dari sebuah judul asalkan isi yang di berikan merupakan info yang baik dan berpikir positif dahulu sebelumnya, baru setelah mengamati dan membahas  lebih teliti setelah itu memutuskan dengan bijak. Sepertinya pribadi leluhur kita terdahulu yang jujur  dan berpikiran positif sudah banyak tergradasi di Indonesia (hmm...jadi ingat Wali Songo).

Pembahasan dari  Dr .A. Genazzani  ini diketahui bahwa aktivitas intim adalah respon seksual manusia. Hal ini  merupakan fenomena biopsikososial rumit di mana rangsangan berasal dari internal dan eksternal  dan dipengaruhi oleh sistem saraf pusat dan perifer,  yaitu  eksplorasi dari hubungan antara proses sentral yang di mediasi oleh neuropeptida dan neurotransmiter, dan sumbu hipotalamus-hipofisis-gonad. Semunya bereaksi  secara biokimia, hormonal dan perubahan peredaran darah yang menyebabkan gairah seksual secara kognitif dan fisik (wah... bahasa yang sedikit sulit di cerna ya...)

Penjelasan maksud diatas adalah, dengan adanya rangsangan dari luar berupa ketertarikan  yang bisanya berawal dari pandangan (ingat tulisan cinta pada pada pandangan) atau suatu kekaguman pribadi tertentu ,  sehingga merangsang  otak kita membuat perintah yang juga bersamaan dengan reaksi lain dalam tubuh (biokimia, hormonal dan peredaran darah) untuk membuat tubuh kita melakukan aktivitas intim.

Pembahasa lebih lanjut  yaitu peningkatan libido dari hubungan  intim ini  dipengaruhi masalah seksual yang mungkin akibat dari perubahan dalam sirkulasi hormon seks yang mengikat globulin dan testosteron bebas pada pria dan wanita. Diungkapkan dalam cinta sejatinya bisa dinilai dari berciuman, hal ini merangsang peningkatan hormon seks  sangat  baik. Katanya pula ;  coba anda bisa bayangkan saat ada pertama kali mencium pasangan ada dengan rasa cinta dan gelora yang ada sehingga  menjadikan respon seksual yang sangat baik ke otak, dan ini ternyata merupakan kualitas yang baik didapat pada wanita sehingga wanita menjadi lebih terstimulus dalam otaknya. Hal ini bisa  membuat peningkatkan dalam hubungan intim dengan pasangan.

Pada akhir pembahasan  penting halnya untuk menganjurkan pada pasien yang sudah berkeluarga cukup lama agar jangan sungkan memberikan stimulus ciuman cinta  sebagai  isyarat sehingga membuat hubungan intim lebih baik. Buat hidup anda pada cinta yang  lebih berarti dengan saling berbagi  dan jadikan satu tim kesatuan kepada pasangan anda, karena  dengan cinta sejatinya saling membutuhkan dan ini membuat hidup menjadi akan lebih bermakna. Hmm...  sebuah info  lain yang  baik untuk yang sudah berkeluarga, jadi dari sini memungkinkan tidak ada istri ke dua dan seterusnya ya... karena masih ada sunah lain yang bisa di ambil... dan juga setidaknya ternhidar dari berbuat yang tidak adil

Mengikuti kongres ini merupakan pengalaman yang tidak terbayar dengan suatu apapun. Kongres kali ini lebih istimewa daripada dua kongres yang pernah diikuti (Kongres Diagnostik Kedokteran mengenai Radiologi dan Kongres Trauma yaitu tentang Ortopedi), karena di kongres ini bisa melihat operasi kebidanan secara live,  penyajian yang mengajak para peserta untuk menyadari tentang pentingnya pengetahuan, dan lebih membuat berkesan adalah banyaknya presenter yang bergelar profesor ini memberikan kata-kata filosofi kehidupan universal terselip dalam setiap pokok bahasan yang diterima agama apapun.

Kesimpulan semuanya yang diambil adalah buat  luas sudut pandang seluas mungkin sehingga menjadi hal yang baik, hargai setiap kehidupan yang ada dan buat hidup lebih berarti. Dan pastinya yang utama jangan lupa dengan panduan agama ya...

Salah satu kata lagi yang di ungkapkan oleh Prof.Dr.L. Mettler (Profesor dokter obgyn ahli reproduksi dan genetic & endoskopi dari Jerman):

“Life is like sailing,  it’s never in straight line, just make it’s meaning for all”

Senang berbagi

Moskow, akan penutupan kongres 230114

-lidia-

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun