Mohon tunggu...
KOMENTAR
Pendidikan Pilihan

Mewaspadai "Coorporate Sistem Syndrome" dalam Pengelolaan Sekolah

4 Maret 2021   15:09 Diperbarui: 4 Maret 2021   15:28 165 2
             Pagi hari yang cerah, senin itu nampaknya langit menyambut matahari dengan suka cita. Awan-awan berarak memintal langit menambah anggun kebiruannya. Burung-burung pun mulai beterbangan mencari rezeki yang dijanjikan Allah, ada pula yang asik bernyanyi di dalam sangkar yang tergantung di teras rumah. Di salah satu sudut rumah berdiri di depan kaca, pria dengan kemeja putih licinnya tengah berhias diri sambil sesekali melihat ke arah jam di dinding rumah yang sudah menunjukkan pukul 06:30. Segera saja Pak Ahmad berpamitan dengan sang istri tanpa sempat menghabiskan kopi paginya yang baru ia seruput tiga kali. “Ayah berangkat ya bun, Assalamu’alaikum!,” ucap Pak Ahmad tergesa. “Lho koq buru-buru amat sih yah, emang ngajar jam pertama?. Tanya istri heran. Sambil memakai sepatu hitamnya, “ayah harus dateng sebelum jam 7 bun, telat satu menit aja gaji ayah bisa dipotong!.” Jawabnya menegaskan. Pak Ahmad pun berlalu dengan sepeda motor bututnya, mengawali harinya sebagai guru yang diharapkan mampu mencetak generasi bangsa yang unggul dengan tergesa-gesa tanpa sadar bahwa apa yang dialaminya tak ubah seperti buruh pabrik yang datang pagi hanya untuk bertemu dengan finger print.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun