Mohon tunggu...
KOMENTAR
Hobby Pilihan

Memilih Makanan untuk Kucing Bukan Perkara Mudah dan Sederhana

25 Juli 2021   11:49 Diperbarui: 25 Juli 2021   12:21 242 8
Saya pikir memiliki binatang peliharaan perkara memberi makanan adalah hal mudah, apalagi kucing, toh diberi tulang, sisa makanan, atau ikan asin saja sudah aman. Pada kenyataannya makanan bisa jadi sumber masalah yang merepotkan kalau salah pilih.

Memang ini berlaku untuk kucing yang sengaja kita pelihara di rumah terutama kucing ras karena untuk kucing yang dilepasliarkan apalagi yang hanya datang ke rumah kita sekedar minta makan, apapun makanan yang diberikan tidak akan jadi masalah karena kita tidak memantau akibat makanan yang diberikan.

Ini saya alami selama bertahun-tahun, selalu ada kucing liar yang rajin datang ke rumah hanya sekedar meminta makan. Anehnya seperti bergantian, satu waktu akan datang seekor kucing untuk minta makan sampai akhirnya si kucing tidak pernah datang lagi,  tetapi setelahnya akan datang kucing pengganti begitu seterusnya.

Sampai 2 bulan lalu ketika si kembar, Kakak dan Adik datang. Si kembar memang sengaja dipelihara dan ditempatkan di dalam rumah tidak dilepasliarkan sehingga mau tidak mau makanan menjadi satu hal yang harus disiapkan dan ternyata bukan satu perkara mudah apalagi sederhana.

Si kembar memiliki makanan awal yang memang biasa diberikan oleh Adik saya sebagai pemilik awal. Dry food khusus untuk kitten.

Begitu mereka saya pelihara karena sebentar lagi mulai meninggalkan dunia kitten (waktu diadop usianya sekitaran 5 bulan) apalagi mereka memiliki perawakan besar dibanding untuk kucing seusianya saya merasa harus bersiap melepas makanan lamanya.

Saat mengganti makanan saya mencari informasi tentang makanan apa yang bagus dan dapat memenuhi semua hal yang dibutuhkan untuk perkembangan si kembar hingga akhirnya saya menemukan beberapa merk dan mencoba salah satu merk.

Saya ingat saat anak-anak masih kecil kalau akan mengganti susu formula tidak bisa langsung ganti karena akan menimbulkan masalah terutama pencernaan. Saya akan mencampur susu formula lama dengan yang baru dengan perbandingan susu formula lama lebih banyak dibandingkan yang baru sampai akhirnya sepenuhnya sudah menggunakan susu formula baru. Hal seperti ini terbukti jauh labih aman untuk pencernaan anak-anak saat beradaptasi.

Prinsip itu saya terapkan saat akan mengganti makanan si kembar. Saya campurkan makanan lama dengan yang baru dengan perbandingan makanan yang lama lebih banyak dibanding yang baru. Tapi ternyata tidak berlangsung dengan baik malah saya pikir gagal. Karena ternyata Kakak mempunyai pencernaan yang sensitif sehingga perubahan makanan menyebabkan terkena diare walau tingkatannya masih ringan.

Tapi yang namanya diare tetap saja merepotkan saat mengurusnya akhirnya saya hentikan pemberian makanan barunya.

Ketidakcocokan terhadap makanan ternyata memiliki beberapa dampak yang tidak kecil setidaknya yang berhasil saya kumpulkan dari beberapa artikel diantaranya :
 1. Gangguan pencernaan seperti diare seperti yang dialami Kakak.
 2. Muntah karena ada bahan yang tidak cocok dikonsumsi kucing
 3. Gatal persis seperti manusia yang alergi terhadap satu jenis makanan lalu keluar ruam atau timbul gatal di tubuh.
 4. Perubahan perilaku akibat merasa tidak nyaman pada tubuhnya.
 5. Mata berair diakibatkan respon tubuh karena tidak cocok terhadap salah satu bahan dalam makanan, bisa sampai menyebabkan demam dan kesulitan bernapas.
 6. Infeksi telinga.
 7. Sering menggaruk karena gatal.
 8. Iritasi kulit karena seringnya digaruk.
 9. Bibir meradang yang juga menyebabkan rasa gatal.
10. Infeksi telinga. Efek lain yang akan timbul karena ketidakcocokan dalam makanan.

Si kembar agak susah juga untuk diberikan makanan lain karena tidak terbiasa mengkonsumsinya contoh saat kami makan udang saya coba berikan pada mereka untuk mengenalkan variasi makanan jangan sampai hanya dry food saja. Udang yang saya berikan bentuknya tidak besar walaupun memang lebih besar dari kible (bentuk makanan dry foodnya) tetapi ternyata mereka tidak suka atau tidak bisa memakannya malah dibuat main dilempar ke sana kemari.

Berlakunya juga dengan suwiran ayam, mereka seperti tidak bisa mengkonsumsinya padahal sudah saya suwir kecil, mereka hanya menjilat tapi tidak dimakan, kalau kebetulan dimakan tidak lama dilepehkan lagi. Dari sekian banyak suwiran yang berhasil dimakan hanya beberapa saja.

Begitu juga dengan wetfood termasuk wetfood yang saya buat sendiri, awal diberi mereka seperti hanya menyesap airnya saja sehingga di tempat makan akan tersisa padatannya. Walau akhirnya setelah dibiasakan sekarang mereka sudah bisa mengkonsumsi wetfood dan habis tidak bersisa.

Ternyata memilih makanan untuk kucing bukan perkara mudah dan sederhana. Belum lagi syarat yang jangan sampai terlupakan saat memilih makanan diantaranya seperti :
 1. Harus menyesuaikan apa yang dibutuhkan seperti usia, aktivitas, rasa, ukuran, dan sebagainya.
 2. Bahan dasar yang tepat karena kucing adalah karnivora maka kebutuhan makanan tentu berbahan dasar bagian terbesarnya adalah daging, sedangkan kandungan karbohidrat rendah saja.
 3. Kandungan nutrisi sehingga bisa memberikan energi yang dibutuhkan.
 4. Menghindari makanan berpengawet, menyebabkan alergi.
 5. Kemudahan mendapatkan pangan sehingga jika mendesak kita bisa segera membeli dimanapun, dan sebagainya.

Pemilihan makanan yang baik akan membantu anabul dalam menjaga kesehatan, mengurangi terkena penyakit terutama yang terkait dengan nutrisi serta meningkatkan harapan hidup anabul kesayangan kita.


Karla Wulaniyati untuk Kompasiana
Karawang, Ahad 25 Juli 2021




KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun