Mohon tunggu...
KOMENTAR
Cerpen

Rintik Hujan Pagi

24 Juni 2018   08:00 Diperbarui: 24 Juni 2018   08:09 505 5
Aku masih menengadah. Di keremangan cahaya lampu minyak yang menempel di dinding papan. Sorot sayu rembulan, malu-malu menembus genteng. Diantara lubang yang tak sempat ditambal bapakku. Nun jauh di atas sana, tak sedikit pun awan. Bintang-bintang, dalam kerlipnya memamerkan keindahan mereka. Tidak ada pengganggu yang mereduksi pesonanya.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun