Mohon tunggu...
KOMENTAR
Fiksiana

Ketika Wanita Hanyut

18 Mei 2016   23:08 Diperbarui: 22 Oktober 2016   07:25 36 2
Ingin juga memperjuangkan seseorang seperti kisah drakor itu yang endingnya berujung bahagia katanya, tapi bukankah itu namanya menyalahi takdir-Nya?
Realitanya endingnya tak selalu bahagia, bisa jadi petaka. -.-"

Nyatanya, hidup ini tak seperti kisah fiksi yang ada di layar kaca itu.. aku tak bisa memperjuangkan walaupun setengah mati usahaku dan seberapa besar aku menyukainya. Lagu-lagu yang berguming melantunkan berbagai curahan hati pun tak juga bisa merubah takdir yang telah ditentukan. Karena memang bukan jalan yang seharusnya. Ini namanya memaksakan.

Ingin rasanya sadar dan bangkit dari kisah romantis di layar kaca itu dan menghadapi realita hidup ini. Aku terlalu hanyut dalam kisah-kisah itu berharap aku juga bisa mengalaminya dan mendapat akhir yang bahagia. :"

Banyak seseorang yang juga ku jumpai namun, aku juga mudah menyukai. Tapi tak mampu melabuhkannya pada seseorang dan jika iya, terkesan aku yang murahan.

Tuhan, kenapa aku seperti ini?
Aku, bukannya membiarkan mereka mempermainkanku atau sebaliknya. Aku juga bingung bagaimana seharusnya bersikap dan menelan perasaan bahwa tak bisa sembarang orang masuk ke hati dan menetap atau pergi sesukanya.

Aku yang terlalu mudah atau aku bodoh? Padahal ketentuan-Nya telah jelas. Mengapa aku masih ragu, dan bermain-main? Bisakah aku segera berhenti untuk bermain-main? Hati-hatilah, jangan sampai karena permainan yang tidak ada Standar operasional baku itu, bisa jadi banyak tindakan kriminal (efek terjangan isu kampus).

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun