Mohon tunggu...
KOMENTAR
Lyfe Pilihan

Tumbuhlah Seperti Bambu: Kokohkan Fondasi Hidup agar Kuat Menghadapi Masalah

12 Maret 2022   20:22 Diperbarui: 12 Maret 2022   20:39 1190 11
ilustrasi pohon bambu |pexels.com/Donald Tong

Kita semua tentu pernah melihat pohon bambu. Bukan hanya di Indonesia, bambu juga ada di negara-negara lain. Umpamanya di Cina, bahkan saking banyak dan melegendanya bambu di negara itu, hingga mendapat julukan "Negeri Tirai Bambu". Bambu memiliki beragam manfaat untuk manusia. Dari mulai akar dan daunnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. 

Kearifan lokal dan manfaat bambu

Akar bambu yang kuat dan berserabut kokoh dipercaya dapat menahan tebing yang berpotensi longsor. Di dalam naskah Amanat Galunggung -naskah peninggalan raja Sunda Prabu Guru Darma Siksa, ditemukan beberapa amanat leluhur (karuhun) dalam menjaga lingkungan alam. 

Yakni gunung kaian, gawir awian, cinyusu rumateun, sempalan kebonan, pasir talunan, datar sawahan, lebak caian, legok balongan, situ pulasaraeun, lembur uruseun, walungan rawateun, jeung basisir jagaeun (gunung tanamilah pepohonan, tebing tanamilah bambu, mata air harus dipelihara, padang rumput harus dijadikan kebun, bukit jadikan huma (menanam padi di tanah darat), tanah datar harus dijadikan sawah, tanah yang posisinya lebih rendah harus diisi air, tanah yang cekung harus dijadikan kolam ikan, telaga harus dijaga, kampung harus diurus, sungai harus dirawat, pantai harus dijaga).

Selain akarnya, yang berguna untuk menjaga tebing agar tidak longsor. Batang bambu banyak dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai bahan bangunan, seperti dinding bambu, tiang, pagar, dan lain-lain. Batang bambu juga bila telah diolah bisa dijadikan bahan kerajinan untuk alat-alat dapur seperti hihid (kipas), bakul, topi caping, dan masih banyak lagi. Bambu yang masih muda, sering disebut rebung, enak sekali dijadikan bahan makanan untuk menemani nasi. Urap rebung dan sayur rebung bumbu kemiri adalah kesukaan saya, sedap sekali dimakan panas-panas bersama nasi hangat, di saat cuaca sedang dingin. 

Daun bambu bisa dimanfaatkan sebagai bungkus penganan bernama 'tangtang angin', salahsatu kudapan khas tradisional Sunda. Isinya adalah tepung beras diberi rasa asin, di dalamnya kadang diisi dengan kacang tanah atau kacang gondolo. Penganan ini disajikan saat acara hajat uwar atau hajat buruan (upacara adat yang dilaksanakan saat terjadinya gerhana bulan total, sebagai penolak bala) dan acara-acara sakral lainnya seperti saat panen raya.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun