Mohon tunggu...
KOMENTAR
Inovasi

Posting di Kompasiana, Naik Cetak di Media Lokal

14 Juni 2011   07:18 Diperbarui: 26 Juni 2015   04:31 240 3
[caption id="attachment_116470" align="aligncenter" width="614" caption="Kolom Opini Tribun Timur, Makassar "][/caption]

Anda mungkin merasa punya postingan bagus, digarap dengan serius, dilengkapi datadata pendukung, bahkan melakukan penelitian atau menginterview langsung ke narasumber kunci. Setelah diposting berharap mendapat pengakuan, komentar, dan apresiasi dari sesama kompasianer dan admin berupa headlines, highlight atau terekomendasi. Namun pada kenyataannya hanya bertahan di halaman muka pada tulisan terbaru beberapa menit dan kemudian hilang begitu saja.

...

Menjadi domain setiap penulis untuk menempatkan tulisannya di media manapun. Semakin banyak media yang dipilih, tentu tingkat keterbacaannya juga akan semakin besar. Begitupun dengan para kompasianer. Lagipula konstitusi kompasiana juga tidak membatasi soal itu. Banyak postingan di kompasiana yang sudah pernah diposting di blog pribadi penulis, atau bahkan di media online yang lain.

Namun, ada kasus yang cukup unik dan bisa menjadi contoh buat kita. Adalah kompasianer Amrin Mustamin Toputiri yang diakunnya disingkat @Amt, seorang politisi asal Makassar. Postingannya di kompasiana berjudul Kecemburuan (saya) pada Orang Minangkabau (dengan sedikit perubahan tentunya), ternyata naik catak di kolom opini harian Tribun Timur (TT) Makassar.

Tentu tak aneh jika postingan itu terlebih dahulu naik cetak di koran kemudian dishare di kompasiana. Namun, dari tanggal postingnya (27/02/2011) jauh lebih dulu dibanding cetak di TT (12/05/2011). Sebenarnya ini bukan kejadian pertama kali, karena postingan lain berjudul Potret Wajah Bangsa dari Reaksi “Surat Palsu” juga naik cetak dengan kondisi yang persis sama, lebih dulu diposting di kompasiana.

Kedua tulisan itu ternyata luput dari pengamatan admin, sehingga tidak terpilih masuk headlines. Padahal dengan naik cetak di media, sudah cukup menjadi justifikasi atas kualitas tulisan. Sebagaimana sudah diulas DI SINI, sistem di kompasiana memang belum mendukung untuk itu, baik keterbatasan SDM maupun IT. Sehingga postingan yang mungkin bermutu, jadi terlewatkan begitu saja.

Lalu apakah media cetak tidak tahu kalau tulisan terkait sudah pernah diposting di kompasiana? Rasa-rasanya sudah tahu, karena TT adalah bagian dari Kompas Gramedia. Fakta lain menunjukkan bahwa postingan kompasianer juga sudah pernah dikutip wartawan TT (baca DI SINI), yang menunjukkan bahwa mereka aktif memantau postingan para kompasianer.

Nah, jika anda merasa punya tulisan bermutu dan kurang diapresiasi ketika diposting di Kompasiana. Tak usah berkecil hati, kirim saja ke media cetak lokal termasuk media-media di bawah Kompas Gramedia. Ayo, tunggu apa lagi??? dapat insentif lho... Hikz.

@Pinrang, 14 Juni 2011

Wassalam...

IRSYAM SYAM

.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun