Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humaniora Pilihan

Ngantang, Daerah Bersejarah yang Ditimpa Musibah

17 Februari 2014   16:26 Diperbarui: 24 Juni 2015   01:45 2028 0

Letusan Gunung Kelud Kamis malam (13/02/2014) kemarin menyapu berbagai daerah di sekitarnya. Salah satunya adalah Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Daerah ini merupakan daerah yang cukup parah terkena materi letusan. Beberapa orang meninggal. Ngantang, yang semula hijau dan ramai dengan segala aktivitas penduduknya kini menjadi kota mati. Seperti yang tergambar saat penulis melihat siaran eksklusif  Malang TV. Rumah-rumah hancur, pasar, sekolah, dan fasilitas umum juga demikian. Ngantang sedang ditimpa musibah.

Berbicara mengenai Ngantang sendiri, tak banyak orang yang tahu bahwa daerah ini menyimpan sejarah yang panjang.  Catatan sejarah pertama mengenai daerah ini adalah prasasti Hantang yang konon menjadi asal mula kata “Ngantang”. Prasasti ini merupakan prasasti dari zaman Kerajaan Kediri yang berangka tahun 1057 Saka (1135 M). Prasasti Hantang dibuat oleh Raja Jayabaya (Raja Kediri). Raja Jayabaya berterimakasih kepada penduduk daerah yang kini disebut Ngantang karena telah berjasa kepada Kerajaan Kediri. Penduduk di daerah itu telah membantu usaha Kerajaan Kediri untuk mengalahkan Kerajaan Jenggala. Seperti yang diketahui, setelah meninggalnya Airlangga, Kerajaan Kahuripan dipecah menjadi dua, yakni Panjalu (Kediri) dan Jenggala. Dua kerajaan ini saling berebut kekuasaan terutama di daerah sekitar aliran Sungai Brantas, Jawa Timur.

Perseteruan dua kerajaan ini berakhir setelah Kerajaan Kediri mampu mengalahkan Kerajaan Jenggala. Salah satu faktor kemenangan Kerajaan Kediri adalah bantuan dari masyarakat Ngantang. Saat perang berlangsung, masyarakat Ngantang begitu setia terhadap Kediri. Sebagai rasa terimakasih, Raja Jayabaya memberikan prasasti Hantang. Di dalam prasasti itu terdapat tulisan Narasinga dan Panjalu Jayati (Panjalu Menang). Selain itu, Ngantang juga menjadi daerah istimewa Kerajaan Kediri. Kemenangan Kediri atas Jenggala ini juga disimbolkan sebagai kemenangan Pandawa atas Kurawa dalam Kisah Bharatayudha yang digubah oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh tahun 1157 M.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun