Mohon tunggu...
KOMENTAR
Bola Pilihan

Indonesia Berduka Ironi Prestasi Garuda Muda

2 Oktober 2022   16:15 Diperbarui: 2 Oktober 2022   16:21 221 6

Ekspektasi saya atas prestasi olahraga Indonesia di kancah dunia sangat berharap dari sepak bola selain sudah dikenal dunia sebagai jagonya bulutangkis.

Sejak pertama kali menonton Piala Dunia/World Cup Espana 1982 di televisi yang masih jarang orang miliki saya sudah bermimpi suatu saat sepak bola Indonesia bisa menjadi simbul kebanggaan nasional seperti apa yang telah diukir oleh negara yang secara geografi dan demografi mirip dengan Indonesia seperti negara-negara Amerika Tengah dan Amerika Selatan yakni Argentina, Brasil, Kolumbia, Uruguay, Meksiko, Chili, dll.

Berpuluh tahun saya menyaksikan pengelolaan sepak bola Indonesia antara pemerintah, PSSI, official manajemen, pemain dan supporter tidak dalam satu visi dalam melihat begitu strategisnya sepakbola jika bisa dijadikan "industri" seperti praktek mengelola kompetisi sepak bola dalam Liga di Eropa.

Sebagai bentuk kepedulian melihat potensi unggul SDM Papua dalam bidang sepak bola maka pada pelaksanaan Kongres Pemuda/KNPI XIV tanggal 24-28 Pebruari 2015 salah satu yang saya usulkan adalah:

Mendorong agar Papua dijadikan pusat pelatihan Sepak Bola bertaraf internasional dengan target PSSI dalam 10 tahun kedepan dapat mewakili zone Asia lolos ke putaran Piala Dunia (World Cup). (Sumber)

Artinya saya berharap jika infrastruktur pendukung telah dibangun dengan didukung menajemen pengelolaan sepak bola (PSSI) secara profesional dan visioner serta rekrutmen talenta muda pemain bola maka Indonesia sudah bisa lolos Piala Dunia 2026.

Saya merasa senang bahwa harapan tahun 2015 itu untuk kemajuan sepak bola Indonesia direalisasikan oleh PT. Freeport atas perintah Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo telah meresmikan Akademi Sepak Bola Papua/Papua Football Academy (PFA) di Stadion Utama Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (31/8/2022).

Menurut Presiden, pembentukan PFA adalah permintaannya yang disampaikan kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai tanggung jawab perusahaan multinasional tersebut untuk ikut mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di Papua.

Perjalanan Sepak Bola Indonesia

Perkembangan sepak bola di Hindia Belanda (Indonesia) diawali melalui pembinaan organisasi Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB). Hingga pada tahun 1927, kemudian NIVB berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU).

Mengingat nama "Indonesia" telah digaungkan pada Putusan Congres 1928 (Sumpah Pemuda) selanjutnya didirikan Persatuan Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta. Kini dikenal dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Liga sepak bola Indonesia dimulai pertama kali sekitar tahun 1930-an. Penyelenggaraannya masih amatir dan dikenal dengan "Perserikatan". Liga amatiran ini berlangsung hingga tahun 1979.

Indonesia sebenarnya pernah lolos Piala Dunia tahun 1938 waktu masih bernama Hindia Belanda karena Indonesia belum merdeka.

Pada tahun 1979-1980, diluncurkan kompetisi yang dianggap lebih semi profesional, yaitu Liga Sepak Bola Utama atau disingkat "Galatama".
Galatama menjadi kompetisi semi profesional dan profesional.

Pada tahun 1994, PSSI menggabungkan Perserikatan dan Galatama lalu membentuk "Liga Indonesia". Tujuan penggabungan ini untuk meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia.

Pada tahun 2008, dibentuk "Liga Super Indonesia" untuk menggantikan Divisi Utama sebagai kompetisi teratas. Selain itu Liga Super Indonesia juga menjadi liga sepak bola profesional pertama di Indonesia. Namun berjalannya waktu tepatnya pada 2011, terjadi dualisme kompetisi dengan pendirian "Liga Primer Indonesia".

Kemudian hasil Kongres Luar biasa PSSI pada tahun 2014 disepakati penggabungan Liga Primer Indonesia dengan Liga Super Indonesia.

Namun belum ada setahun berjalan, PSSI dibekukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. Alasannya karena PSSI dianggap tidak mematuhi peraturan olahraga nasional.

Hal ini berujung pada pembekuan PSSI oleh FIFA. Satu tahun kemudian, Menpora akhirnya mencabut sanksi pembekuan aktivitas terhadap PSSI yang diikuti pencabutan sanksi oleh FIFA pada tanggal 13 Mei 2016.

Kemudian pada tahun 2017 kompetisi sepak bola profesional di Indonesia kembali berganti nama menjadi "Liga 1" yang diselenggarakan oleh PT. Liga Indonesia Baru.

Piala Dunia dan Mimpi Indonesia

Piala Dunia (World Cup) digelar untuk pertama kali pada tahun 1930 di Uruguay. Afrika baru ikut serta di Piala Dunia tahun 1934 di Italia. Mesir menjadi wakil pertama dan satu-satunya mewakili Afrika.

Pada penyelenggaraan Piala Dunia yang ketiga, FIFA mencatat bahwa Hindia Belanda (Indonesia) melaju ke putaran final dan menjadi tim Asia satu-satunya di Piala Dunia 1938 yang diselenggarakan di Perancis. Itupun lolos karena dalam satu grup dengan Jepang yang mengundurkan diri.

Saat itu, Hindia Belanda (Indonesia) melawan Hongaria dan harus kalah telak dengan skor 0-6.

Setelah menjadi negara merdeka, Indonesia belum pernah lolos masuk Piala Dunia hingga penyelenggaraan tahun 2022 ini.

Wakil Asia yang lolos di Piala Dunia 2022 adalah Qatar (tiket khusus sebagai tuan rumah), Jepang (ketujuh kali), Iran (keenam kali), Korea Selatan (kesebelas kali), Arab Saudi (keenam kali), dan Australia (keenam kali).

Piala Dunia 2022 Qatar akan berlangsung pada Minggu (20/11/2022). Berikut jadwal Piala Dunia 2022 Qatar dari fase grup hingga final.

Walaupun belum lolos Piala Dunia 2022 setidaknya ada perasaan terobati jika melihat kemampuan tim Garuda Muda (Timnas Indonesia) U16 dan U20.

Timnas U16 asuhan pelatih Bima Sakti berhasil meraih gelar juara Piala AFF U16 2022 setelah di final mengalahkan Vietnam dengan skor tipis 1-0. Sang kapten Timnas U16, Muhammad Iqbal Gwijangge diganjar Best Player.

Prestasi juga diraih Timnas U20 asuhan Shin Tae Yong sukses melangkah ke putaran final Piala Asia U20 tahun 2023 setelah mengalahkan Vietnam 3-2 pada pertandingan terakhir babak kualifikasi, Minggu (18/9/2022).

Bahkan FIFA mengapresiasi pencapaian prestasi tim U20 yang akan tampil tahun 2023.  

"Piala Dunia 2023. Piala Asia 2023 Siapa yang sudah tidak sabar melihat kiprah Garuda Nusantara tahun depan di panggung asia dan dunia?" tulis FIFA melalui akun Instagram.

Piala Asia U20 tahun 2023 akan digelar di Uzbekistan pada 1-18 Maret 2023. Sementara Piala Dunia U20 akan digelar di Indonesia tanggal 20 Mei - 11 Juni 2023.

Sayapun ikut bangga walaupun bukan cinta-cinta banget sama sepak bola. Namun kebanggaan saya atas pencapaian kemajuan sepak bola Indonesia karena semakin meningkatnya mentalitas juara dari timnas harus kecewa dengan kejadian rusuhnya supporter fanatik Arema FC, Malang usai kalah tanding dengan Persebaya, Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada 1 Oktober 2022.

Dan yang menyedihkannya lagi adalah terjadinya korban jiwa dari penonton, supporter dan aparat kepolisian yang total jumlahnya mencapai lebih dari 170 orang.

Ini bukanlah angka yang main-main atas jumlah korban meninggal sepanjang penyelenggaraan sepak bola di seluruh dunia.

"Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Jatim pada pukul 10.30 tadi memang demikian, 174 korban meninggal," kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, kepada CNNIndonesia.com

Walaupun tidak ada hubungannya dengan peristiwa 1 Oktober 1965 yang masih kita renungi sebab dan dampaknya karena begitu besarnya jumlah korban, timbul kembali pertanyaan apakah benar bangsa kita sangat reaktif dan kehilangan nalar lebih mengedepankan emosi melakukan amuk massa yang tidak bisa menerima realita? Apakah masyarakat kita memang begitu mudahnya terprovokasi bertindak anarkis?

Saya turut berduka atas insiden ini dan meminta semua pihak introspeksi diri. Investigasi menyeluruh harus dilakukan agar ditemukan apa sebenarnya akar persoalannya kok supporter olahraga tidak ada sportifitas? Karena kejadiannya terus berulang-ulang yang berdampak dalam skala kecil hingga besar (korban jiwa) insiden ini.

Apakah insiden tersebut murni reaksi spontan? Apakah ini ada skenario menunggangi untuk menciptakan chaos ditengah situasi ekonomi dan lamnya penyelesaian penanganan kasus hukum di internal Polri? Apakah SOP Polri sudah memenuhi standar dalam menangani kerusuhan di stadion? Oleh karena itu penegakan hukum harus dikedepankan dengan obyektif dan transparan.  

Jika insiden ini tidak diurai dan ditangani secara profesional maka mimpi lolos Piala Dunia 2026 dan untuk menjadikan sepak bola sebagai sebuah 'industri' yang dapat memberi kontribusi besar pada ekonomi bukan hanya sekedar kompetisi akan sulit terwujud.

Sepak Bola Modern Sebagai Sebuah Industri

Sepak bola modern pada awalnya terjadi di Freemasons Tavern, London pada tahun 1863.

Pada saat itu, 11 sekolah dan klub berkumpul untuk merumuskan aturan baku permainan sepak bola yang dikenal saat ini.
Pada tahun 1904 kemudian organisasi tertinggi sepak bola terbentuk dengan nama Federation Internationale de Football Association (FIFA).

Cambridge University dan Sheffield FC diakui sebagai klub sepak bola tertua oleh FIFA karena didirikan pada tahun 1856 - 1857.

William McGregor, pria berkebangsaan Skotlandia, menjabat sebagai direktur klub Aston Villa sekitar tahun 1880 adalah orang pertama yang memiliki ide untuk membentuk liga sepak bola. Tepatnya September 1888, ide McGregor terwujud bernama "Football League".Tahun 1992 kemudian berganti nama menjadi "English Premiere League".

Berikut Liga terbaik di dunia menurut ranking FIFA berdasarkan jumlah penonton tertinggi di dunia (penonton langsung maupun melalui saluran TV resmi di dunia):

1) Premiere League Inggris, 2) La Liga Spanyol, 3) Bundesliga Jerman, 4) Serie A Italia, 5) Ligue 1 Prancis, 6) Eredivisie Belanda, 7) Liga Primeira Portugal, 8) Superlig Turki, 9) Brasileirao Brasil, 10) Primera Division Argentina, 11) Liga Super China 12) Liga Premier Rusia, 13) Segunda Division De Espana/La Liga Spanyol, 14) J-League Jepang, 15) Serie B Italia, 16) Liga Super Swiss/Swiss Serie A, 17) Allsvenskan Swedia.

Dari data diatas menunjukkan Primiere League Inggris menjadi "raksasa" kompetisi bola yang paling besar meraup keuntungan ekonomi.

Sebagai sebuah "industri" yang bukan hanya sekedar pertandingan sepak bola, Premier League memiliki beberapa sumber pendapatan/penghasilan, diantaranya dari penjualan tiket penonton, hak siar (televisi dan platform streaming), investasi, sponsorship, biaya transfer pemain, jersey dan merchandise, dan lain-lain.

Dari hak siar sekali musim kompetisi diperkirakan menghasilkan sebesar 2,8 milyar setara Rp 52.8 triliun, dari penjualan tiket menghasilkan 614 juta setara Rp 11,6 miliar per pertandingan, belum dihitung pemasukan dari sponsor.

Kompetisi sepak bola musiman Premier League juga menjadi event wisata yang mendatangkan devisa bagi Inggris. Kunjungan turis yang datang ke Inggris untuk wisata menonton bola diperkirakan bisa membelanjakan sebesar 555 juta setara Rp 10,4 miliar.

Sementara dari sisi pengeluaran pemilik klub bola bisa membelanjakan sebesar 3,5 milyar setara Rp 66 trilun untuk transfer pemain, operasional klub, dll.

Sehingga diperkirakan Premier League telah memberi kontribusi bagi GDP (Gross Domestic Product) Inggris sebesar 7,6 miliar atau setara Rp 143,4 triliun berdasarkan studi yang dilakukan oleh Ernst and Young LLP pada tahun 2022.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun