Mohon tunggu...
KOMENTAR
Kebijakan

Bapas Lahat Kemenkumham Sumsel Ikuti Kegiatan Penguatan oleh Inspektur Jenderal

23 September 2022   19:12 Diperbarui: 23 September 2022   19:32 60 0

PADA Jumat (23/9/2022), Kepala Bapas Lahat Kemenkumham Sumsel mengikuti kegiatan Inspektorat Jenderal Kumham RI menyapa (Penguatan oleh Inspektur Jenderal Bapak Razilu), bertempat di Ruang Aula Kanwil Kemenkumham Sumsel. Sementara Ka Bapas Lahat mengikuti kegiatan secara langsung, seluruh pegawai yang terdiri atas Kasubsi BKD Lisma Yuniarti, Kasubsi BKa Rinaldi Ahmad, Kaur TU Dewi Vetrawati, dan Pembimbing Kemasyarakatan serta Staf mengikuti kegiatan tersebut secara virtual melalui aplikasi zoom bertempat di Aula Kantor Bapas Lahat.

Dalam laporannya, Kakanwil Kemenkumham Sumsel Harun Sulianto menyampaikan profil Kanwil Kemenkumham Sumsel, program-program dan anggarannya, laporan PNPB tahun 2021 hingga 2022, kapasitas hunian 20 Satker Lapas/Rutan se-Sumsel, kebijakan mengatasi overcrowded, dan data pemindahan narapidana.

Kakanwil Kemenkumham Sumsel Harun Sulianto juga menyampaikan Kanwil Kemenkumham Sumsel telah melakukan pelatihan bersertifikat seperti perbatikan, meubelair/pertukangan kayu, barista, menjahit, dan lain lain. Tak hanya itu, 1 Satker telah meraih predikat predikat WBBM yaitu Kanim Kelas II Non TPI Muara Enim. Sedangkan 6 Satker telah meraih predikat WBK yaitu Kantor Wilayah Sumatera Selatan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang, Lapas Kelas I Palembang, Bapas Kelas I Palembang, Lpka Kelas I Palembang, Dan Lapas Kelas IIB Muara Enim.

Kemudian Inspektur Jenderal Razilu dalam pengarahannya menyampaikan 3 M yaitu Inspektur Jenderal Menyapa, Mengajarkan / Mengingatkan dan Menyadarkan yang bertujuan untuk memberikan solusi permasalahan yang dihadapi oleh satker.

Inspektur Jenderal menyapa dan menghimbau seluruh insan pengayoman untuk tetap berpikir positif dan percaya bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin. Ia juga menyampaikan capaian kinerja Kemenkumham selama tahun 2021 hingga 2022.

Inspektur Jenderal Razilu meminta kepada Kanwil maupun UPT untuk melakukan pembinaan kepada pegawai yang bermasalah, terutama kepada pegawai yang melakukan kesalahan yang masih dapat diperbaiki, memperhatikan tata cara penjatuhan hukuman disiplin kepada pegawai, dan melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah pegawai melakukan tindakan yang menyebabkan adanya hukuman disiplin.

Menutup pengarahannya, Inspektur Jenderal Razilu mengajak seluruh jajaran Kemenkumham untuk menjadi Insan Pengayoman Sejati.
"Insan Pengayoman sejati ialah mereka yang senantiasa berkinerja tinggi, menjaga integritas & budaya anti korupsi, serta menyumbang berbagai prestasi seraya menghindarkan diri menjadi benalu, parasit, dan virus organisasi. Untuk itu mari kita bersama-sama menjadikan diri kita sendiri sebagai insan pengayoman sejati", tutup Razilu.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan