Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Sisa Hujan Semalam

15 Juli 2020   11:03 Diperbarui: 15 Juli 2020   11:01 316 23
Sisa Hujan Semalam

Semalam hujan turun amat lebat
mengguyur kotaku tercinta
ditingkahi petir menyambar

Bulirbulir airnya jatuh menimpa genting
berlomba mencipta riuh
berkejaran lalu meleleh di kaca jendela

Terdengar suara gemertak ranting patah
memporak poranda keadaan
yang semula hening sunyi

Hingga dedaunan terpelanting
dari tangkainya masingmasing
memaksaku untuk menarik selimut tebalku

Dan berkemul dalam hangatnya
seraya memejam mata
hingga peri mimpi mengajakku berkelana

Menyusuri pulau kapuk yang teramat empuk
keesokkan harinya tatkala pagi menyapa
seraya kubuka jendela

Kumenyaksi trotoar serta jalanan basah
terdapat genangan air di sana sini
dedaunan terserak di badan jalan

Sebab diterbangkan angin kencang semalam
hujan semalam menyisakan tanah basah
langitpun hingga kini masih digelayuti

Awan kelabu menggurat
lalu kemana sang mentari
tak kulihat senyumnya pagi ini

Menghangati serambi bumi
dengan merekahkan senyum ramahnya
pertanda malam tumbang dan pagi datang

***
Hera Veronica
Jakarta | 15 Juni 2020 | 10:50

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun