Mohon tunggu...
KOMENTAR
Politik Artikel Utama

Blunder Kader PKS Menyikapi Konflik Yaman

6 April 2015   22:11 Diperbarui: 17 Juni 2015   08:27 1136 4
Siapa yang tidak setuju serangan Koalisi Arab kepada syiah Khauthi berarti musuh kader PKS dan ummat Islam sunniyah. Slogan kader PKS terhadap ummat mungkin lebih tepat seperti "You with us or syiah".

Saudi Arabia yang wahabi didukung oleh Amerika, Israel, dan Mesir memimpin koalisi Arab (Maroko, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Yordania, Mesir, Maroko, Sudan, dan Pakistan) untuk menyerang Yaman dengan alibi serangan kepada Syiah Khauthi. Ikon syiah sebagai musuh bersama memang mudah mendapat tempat di hati para kader PKS. Ditambah lagi, kelompok syiah Khauthi menyerang Partai Ishlah yang konon adalah Ikhwanul  Musliminnya di Yaman. Sekali lagi, sesama ikhwan adalah bersaudara. Terbukti, jika korbannya sesama ikhwan mereka sangat marah.

Selama ini, di Indonesia pun gerakan Wahabi (salafy) yang menginduk ke Saudi sering menyerang PKS (tarbiyah atau Ikhwanul Muslimin) sebagai gerakan Islam yang salah (sesat/bid'ah dll). Apalagi ketika ada sebagian salafy yang menyerukan untuk mengakui Jokowi sebagai ulil amri yang wajib ditaati, tentu saja seperti cambuk dan pukulan bagi kader-kader PKS. Tak pelak, perang opini antara sebagian salafy dan kader PKS di media sosial sangat ramai saling adu argumen (debat) tentang Jokowi sebagai ulil amri.

Alhamdulillah, PKS dan wahabi disatukan oleh isu syiah. Karena isu syiahlah mereka bisa bergandengan tangan untuk menyerang siapapun yang mendukung Syiah. Bagi salafy, dukungan politik terhadap keputusan Arab Saudi menyerang Yaman sangat dibutuhkan agar salafy tidak disalahkan umat Islam lainnya ketika menghalalkan darah kaum muslim di Yaman (korban bom dari koalisi Arab bisa sunni dan syiah).

Sungguh sikap yang aneh dari kader-kader PKS, di satu sisi mereka bangga bahwa ada caleg PKS dari pendeta kristen di Papua dan hindu di Bali. Namun, aib besar ketika ada syiah yang menjadi caleg. Karena semua syiah adalah sesat dan masuk neraka, mungkin sesimpel itu pemahamannya. Padahal ada syiah Zaidiyah yang sangat dekat dengan sunni. Dan syiah Khauthi adalah syiah zaidiyah.

Sikap berlebihan menilai syiah sebagai satu-satunya sebab perang di Yaman menunjukkan kader-kader PKS ini kurang paham politik dan terlalu emosional karena sebagian korban adalah ikhwan.

Sesungguhnya konflik Yaman bukanlah konflik sunni-syiah. Saya bersetuju dengan pendapat bahwa konflik di Timur-Tengah merupakan bagian desain besar dari Amerika (Barat) terhadap kepentingannya agar tetap menjadi negara super power yang menguasai dunia secara politik dan sumber-sumber ekonomi.

Jika memang hanya karena ancaman syiah, bagaimana dengan konflik Suriah?. Penguasa Suriah adalah syiah sesat dan sangat bengis terhadap pengikut sunniyah, mengapa Arab Saudi tidak menyerang dan menghancurkan Basyar An-Nushairi dengan cara yang sama terhadap Yaman?

Terahadap konflik Yaman saya setuju juga dengan pendapat Ikhwanul Kiram Mashuri, Mengapa Yaman, bukan Israel atau ISIS yang Diserang?

Semoga menjadi bahan renungan, dalam ilmu politik lebih baik perbanyak fakta-fakta politik yang dikedepankan daripada perasaan permusuhan mazhab dan rasa kecintaan sesama ikhwan.

Dan bagi kader-kader PKS yang membaca tulisan ini, saya bukanlah syiah dan pendukungnya.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun