Mohon tunggu...
KOMENTAR
Bisnis

Membangun Jakarta?

7 Februari 2019   07:05 Diperbarui: 7 Februari 2019   12:06 222 1

Jakarta, merupakan kota metropolitan yang terbesar di Indonesia & menjadi tumpuan ekonomi lebih dari 8 juta penduduknya. Lebih dari 10 juta unit kendaraan mengalir kesana-kemari di jalanan Jakarta setiap harinya. Kereta komuter mengantarkan hampir 1 juta orang ke kantornya setiap pagi & satu juta orang yang sama kembali ke rumahnya pada sore harinya.

Sudah tidak asing lagi di telinga kita, kampanye "merdesa" yang mengajak perantau-perantau untuk mempertimbangkan pulang ke daerah asalnya. Oleh sebab itu, selalu dikatakan bahwa Jakarta sudah sesak, terlalu padat & "overload". Seolah-olah para perantau menjadi biang kepadatan & "instabilitas" di jakarta?

Sepeda Motor menjadi biang kemacetan? sampah ato manusia yang mendatangkan banjir?

Tidak salah, memang kambing hitam sangat diperlukan ketika kebijaksanaan sudah punah dari peradaban.

Sejujurnya, perlu kajian lebih mendalam & rinci mengenai kemacetan, sampah, dan porsi kepadatan di jalanan jakarta. Dari situ akan ditemukan, siapa & kendaraan apa yang memberikan kontribusi lebih besar kepada kepadatan jalan, sampah, polusi, & kemacatan. 

KEMBALI KE ARTIKEL