Mohon tunggu...
KOMENTAR
Cerpen

Nanti Kita Cerita tentang Rumah Ini

17 Februari 2020   14:46 Diperbarui: 17 Februari 2020   14:55 150 0

Ada kata sederhana yang sering di kumandangkan baik itu politikus, pujangga, sastrawan, para aktivis, serta para penjahat penjahat berlabel sutra. Kata yang sedikit memiliki banyak makna. RUMAH... yah, Ada yang beranggapan sebagai tempat tinggal, ada yang beranggapan sebagai tempat ternyaman, bahkan ada yang mengganggap pasangannya sebagai rumahnya. Rumah paling tidak dari beberapa anggapan, memiliki konklusi sebagai tempat yang nyaman berkumpulnya sebuah keluarga.

Sedikit kuperkenalkan, tentu setiap makhluk sosial memiliki sebuah rumah untuk menyelimuti dirinya dari rasa aman yang begitu sejuk menusuk hingga batin terasa ingin terlelap didalamnya selamanya tanpa meninggalkannya sebentar saja. Kadang hal inilah yang membuat kita menjadi orang orang fanatik. Melindungi rumah dari kerasnya badai, teriknya panas, serta dinginnya malam. Kalau ada kerusakan kita akan langaung memperbaikinya, entar dengan cara sederhana atau dengan cara cara lainnya.

Aku hampir lupa memperkenalkan, aku punya rumah lain di kampus. Sebuah tempat sederhana tempat para anggota keluargaku berkumpul, silih berganti bangunan kokoh itu melahirkan para cendekiawan cendekiawan, pengusaha pengusaha, para pimpinan pimpinan perusahaan. Bukan tidak mudah mendapatkan hal itu, yah... Kalau di bandingkan dengan keluarga ibunda UMMI , bassewang dan untung mereka mungkin lebih hebat lagi... 

KEMBALI KE ARTIKEL