Mohon tunggu...
KOMENTAR
Pendidikan

Kungfu Boy, Komik Pembangun Karakter Positif Anak-Anak

8 Juli 2011   04:15 Diperbarui: 26 Juni 2015   03:50 579 0
Kalau saya nantinya punya anak, pastilah komik kungfu boy merupakan bacaan wajib yang akan saya berikan ke anak saya tersebut. Hehe aneh ya, biasanya ortu menyuruh anaknya untuk membaca buku pelajaran dibandingkan komik, eh ini malah mewajibkan anak untuk membaca komik. Wajar saja menurut saya bila komik Kungfu Boy dijadikan bacaan wajib anak-anak. Selain ceritanya yang sangat menarik, komik ini sarat dengan nilai-nilai moral positif yang ditunjukkan oleh tokoh utamanya, Chinmi. Ringkas kata, kita akan menyuguhkan pelajaran PMP (pendidikan moral pancasila) dengan cara yang disukai anak-anak. Ya ya ya, terbayang dahulu saya belajar PMP terasa membosankan.

Saya sendiri ketika kecil merupakan pembaca Kungfu Boy sejati. Semua seri tak terlewatkan. Sayang komik tersebut lenyap entah kemana.

Chinmi di komik Kungfu Boy merupakan sosok seorang pemuda yang suka menolong dan membela kebenaran. Di setiap seri komik ini kerap kali diceritakan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan yang dilakukan individu atau pun sekelompok tertentu pada suatu kaum, dan Chinmi akan turun tangan memberantas ketidakadilan tersebut dengan jurus-jurus kungfunya yang mengesankan.

Di sisi lain Chinmi merupakan sosok yang disukai orang lain, tua maupun muda (kecuali penjahat tentunya). Itu dikarenakan karakter Chinmi yang gemar menolong dan ramah terhadap siapa pun (lagi-lagi kecuali penjahat tentunya, masa ramah sama penjahat, ga seru dong).

Karakter positif lainnya yang dimiliki oleh Chinmi dan patut ditiru adalah kerja kerasnya dan kemauan yang kuat. Dapat dilihat betapa rajinnya Chinmi dalam berlatih kungfu sehingga mampu menguasai jurus-jurus kungfu mutakhir dari beberapa guru ternama di negerinya. Saya jadi teringat suatu adegan dimana Chinmi berlari siang dan malam dan berenang mengarungi samudera untuk menyelamatkan sesorang yang diculik oleh musuh. Sangat kuat terekam di memori saya, dan dapat saya rasakan betapa si Chinmi ini orang yang sangat pantang menyerah dan terus mengejar sesuatu yang baik untuk didapatkan, dalam hal ini yaitu menolong korban yang tengah diculik.

Teringat pula karakter Chinmi yang mengutakan kata-kata mutiara "dimana ada kemauan, disitu ada jalan". Si Chinmi yang tengah sekarat akan segera dibantai oleh penjahat yang sangat kuat keesokan paginya. Dengan kerja keras pantang menyerah, Chinmi yang tengah sekarat berlatih malam hingga pagi hari untuk memperkuat jari-jarinya. Keesokan paginya si Penjahat siap meremukkan kepala Chinmi dengan kedua telapak tangannya. Alih-alih meremukkan kepala Chinmi, telapak tangan si penjahat malah "bolong" tertusuk jari Chinmi yang kuat akibat latihan semalaman. Chinmi pun menang dan desa tersebut menjadi aman dan tenteram.

Sampai sejauh ini sudah cukup banyak ya karakter Chinmi yang sejalan dengan Pancasila. Salah satu yang membuat saya kesal belajar PMP/PPKN yaitu pertanyaan ujian seperti ini "Si Chinmi yang ramah kepada sesama merupakan perwujudan sila ke....butir ke....???"... Jiiaaahhh, bukannya membuat orang jadi menanamkan moral pancasila, malah disuruh ngapalin butir-butir pancasila sampai-sampai butir-butir peluh ini mengalir.

Okay, back to Chinmi. Hmm apalagi ya krakter Chinmi yang sejalan dengan moral?? Oiya, tak lupa si Chinmi ini adalah pribadi yang jujur. Kalau Chinmi menemukan barang hilang, tidak serta merta barang ini diklaim menjadi hak milik, si Chinmi pasti berusaha menemukan kembali pemiliknya.

Chinmi juga merupakan sosok yang rela berkorban. Kalau ada suatu kesulitan datang, si Chinmi akan membebaskan kesulitan itu dari pundak orang lain dan berusaha mengemban beban itu di pundaknya. Benar-benar pemuda yang patriotik.

Satu sifat yang saya sukai dari Chinmi adalah tak henti-hentinya dia berusaha menjadi sesorang dengan kualitas yang lebih baik. Chinmi rela berkelana ke tempat-tempat yang tak diketahui olehnya sebelumnya untuk menimba ilmu-ilmu kungfu dari kuil-kuil shaolin atau pun guru-guru dari daerah lain agar menjadi seorang kungfu boy yang lebih baik.

Dengan menghayati komik Kungfu Boy, saya ketika kecil menjadi termotivasi dan terinspirasi untuk berbuat sesuatu dengan kaidah-kaidah yang dicontohkan oleh Chinmi. Saya rasa pendidikan moral dari membaca komik Kungfu Boy ini lebih terasa dibandingkan belajar PMP/PPKN yang diajarkan oleh guru yang kerap kali tak memiliki kemampuan mengajar yang baik (mohon maaf bagi guru-guru yang tersinggung. Bagi guru yang merasa belum dapat mengajar dengan baik alangkah baiknya berintrospeksi dan terus menggali cara-cara agar dapat mengajar dengan baik lewat buku atau pun mentoring).

Oiya, last but not least, si Chinmi ternyata juga penyayang binatang. Dicontohkan bahwa Chinmi sendiri memiliki binatang kesetiaannya, si Monyet bernama Goku.

Nah, banyak bukan karakter-karakter si jagoan Kungfu Boy yang baik untuk anak-anak??!! Apalagi yang namanya anak-anak dimana otaknya seperti spons, mudah sekali menyerap suatu eksposur. Bila di ekspos dengan sinetron, jadilah tuh anak-anak alay dan gampang pacaran, alias manusia berjiwa sinetron. Kalau diekspos dengan karakter-karakter mulia seperti yang dicontohkan Chinmi, mudah-mudahan menjadi anak-anak yang soleh dan solehah (walau pun si Chinmi ini ga solat 5 waktu).

Sekarang saatnya bagi saya untuk mengumpulkan serial komik Kungfu Boy agar nanti ketika sudah punya anak, mau langsung saya cekokin tuh si Chinmi hehehe...

Pastinya banyak cerita-cerita lain yang baik untuk anak-anak. However, Kungfu Boy could be a good option for the kids.

Salam.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun