Mohon tunggu...
KOMENTAR
Cerpen

Kesempurnaan Dalam Keberagaman

28 Oktober 2021   04:58 Diperbarui: 28 Oktober 2021   05:17 120 1

Setelah pulang dari dhalem Mukidi, hari-hari Markoya berubah drastis. Waktunya lebih banyak dilalui dengan menyendiri. Rupanya wejangan Mukidi cukup membuat batinnya terus berkecamuk. Setiap kata yang keluar dari lisan Mukidi melesat begitu kuat menembus jantung kesadarannya. Kalimat-kalimat itu bak untaian intan berlian yang melumat endapan batu jahiliah di ceruk sanubarinya.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan