Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud

Resep Kuliner ala Anak Kos

29 Oktober 2012   02:21 Diperbarui: 24 Juni 2015   22:16 546 2
Hai hai, ketemu lagi bersama Elsa yang imoet dan maniz (hihi, narsisnya kumat :P), setelah kemarin-kemarin agak gondok karena siana error,  kali ini saya mau bagi-bagi resep spesial khususnya buat anak kos yang kebanyakan memiliki dana pas-pasan untuk bajet makan. (bajet?)

Kita kan tahu ya, kalau kos itu harus pinter-pinter mengatur strategi keuangan, agar engga besar pasak dari pada tiang, apalagi kalau kita menjadi anak kos karena bertujuan menuntut ilmu setinggi bintang (baca=mahasiswa), yang dananya masih disokong mamah papah, harus punya insting of survive, bertahan dalam tekanan elit (ekonomi syuliit).

Kembali ke dana makan yah, coba bayangkan, eh coba ikutan ngitung, kalau kita beli diluar, satu kali makan yang lauknya biasah sajah, rata-rata harganya 6000 rupiing, kalikan kalau kita makan 3 kali sehari, terus kalikan dalam sebulan, 30 hari, habis berapa hayoo (waktu menghitung dibatasi 3 menit)

Nah, sudah ketemu kan? duh ternyata besar juga ya, belum lagi ongkos kos perbulan, ongkos potokopi, beli bensin, beli buku, beli tas, beli baju, beli sepatu, beli make-up (ini mau kos, apa mau fesyen show), hehe tapi kan kuliah musti pakai baju, pakai sepatu, bedakan, de el el, bayangkan kalau ga pake baju, eh jangan dibayangkan,yang  ini dilupakan sajah.

Belum lagi, kalau beli makan diluar, katanya sih kurang higenis, selain itu juga takut ada tambahan zat berbahayanya. Ini berdasar hasil investigasi televisi itu loh, jadi kan agak parno meski kalo mendesak ga ada waktu buat masak, ya terpaksa beli meski saya juga pernah dengar rumor, kalau masakan yang dijual diluaran itu, masaknya pake celana, hehe ya ealah, kalau ga pake celana, bisa dibayangin sendiri-sendiri.

Hehe, sebelum saya buat resep yang hemat dan berkhasiat, saya mau sedikit cerita dulu, nih kemarin kan idhul adha ya,  saya jadi panitianya, alias meninjau secara langsung proses penyembelihan hewan qurban, nah malam hari sebelum idhul adha, teman saya nanya, "eh Cha, besok udah siap?",- ya siaplah, emangnya mau ngapain ajah-, "ituh, siap disembelih, wkwkwk",-dasar, emangnya aku kambing #sambil cepet2 nyari cermin.

Ya deh, bagi yang udah ga sabar pengen tau resepnya, ini langsung saya jembrengin ga pake lama,

pertama, siapkan tempe satu potong (harga 1000 rupiah), potong jadi 5 bagian sama besar.

kedua, siapkan minyak goreng, taruh diwajan yang sudah dipasang diatas kompor hidup.

ketiga, kalau minyak sudah panas, cemplungkan tempenya, dibolak balik, matang angkat.

keempat, siapkan daun singkong dan direbus, kacang panjang yang sudah diiris-iris, ketimun segar.

kelima, buat sambel petai, sebelum diulek, bahan buat sambal digoreng terlebih dulu, bawang putih satu ndil, lombok besar buang isinya, lombok kecil jumlah sesuai selera, terasi, tomat dan petai.

Nah, kalau sudah jadi sambalnya, petai dan tempe dipenyet dengan ulekan disambalnya itu. Ambil seporsi nasi, yuukkk makan deh, LALAPAN TEMPE PETAI PENYET, ALA SAYA. Dijamin hemat dan menyehatkan. Kata Pak Bondan, maknyusssss.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun