Mohon tunggu...
KOMENTAR
Bahasa

Iphone bisa, Kompasiana tidak bisa

7 Juni 2012   00:04 Diperbarui: 25 Juni 2015   04:19 174 2

Kemudian saya pernah hadir saat pesta besar Kompasiana yang terakhir. Dijelaskan oleh pejabat tinggi kompasiana tentang jumlah anggota dan artikel yang dipublikasikan setiap harinya. Semua tepuk tangan. PRESTASI anak bangsa.

Siapa yang tidak kenal Grup Kompas? Minimal pasti kenal Kompasiana ini. Lalu apa kaitannya membandingkan Iphone produk dari perusahaan Apple dengan kompasiana ? Walau tidak membandingkan omset nya, tetapi perbandingan apple to apple, tetap saja bisa di bandingkan.

Oh, saya… dengan rendah hati, saya pun sedikit paham jantungnya kedua perusahaan ini. Salah satu kekuatan dua perusahaan ini adalah di software yang mereka andalkan. Sejauh apa pula saya paham tentang hadware dan software, pernah saya tulis disini.

Saat saya pertama kali beli Iphone, (dijaman jadul nya versi perdana dijual), saya katakan “Loh koq, software begini saja jadi mendunia ? Apa hebatnya ? aku saja bisa bikin !” Sekian tahun sudah berlalu dan yang terakhir saya gunakan Iphone terbaru. Kali ini saya kaget, kagum dan saya katakan “Nah…. ini dia…. baru Iphone beneran hebat !”

Sehebatnya saya mampu membuat software, kali ini saya kagum sekali terhadap versi Iphone terakhir.Saya kagum bahwa Apple sudah ikut serta membangun citra bangsa Indonesia, yang katanya sudah diusulkan untuk menjadi bahwa Internasional selain bahasa Inggris. Hebat toh ... Bangga toh … Cinta bahas Indonesia…. Iphone, Ipad, Ipod …. Ternyata makna i dalam produk Apple adalah INDONESIA !

Kembali ke Kompasiana. Siapakah programmer nya Kompasiana ? Apakah juga kita perlu belajar dari Apple ? Apple sudah membuat huruf i di tiap awal produk nya (iPhone). Tolong programmer Kompasiana, bisa dipahami huruf i itu adalah INDONESIA.

Yah… Apple sudah bisa Cinta Bahasa Indonesia, dan ada bahasa Indonesia dalam produk Apple.

Lalu ? kenapa kita, tidak pula Cinta Bahasa Indonesia ? Saat saya bekerja, saya pernah menerbitkan beberapa item. Saya pernah menerbitkan Majalah bulanan dan mingguan. Saya pernah pula menerbitkan buku terbesar dan terhebat Indonesia. Saya pernah pula menerbitkan buku buku ringan seperti buku kategori KOMPUTER.

Dan waktu itu sangat ditekankan tata bahasa yang CINTA BAHASA INDONESIA. Dan harap programmer kompasiana lihat lagi. Yang paling bikin saya kecewa luar biasa adalah penulisan sbb: Loading Karakter saat sedang memuat komentar. Menunggunya lama banget Submit dan Cancel saat menulis tanggapan Anda. Pertanyaan saya, jadi bahasa apakah itu ? Bahasa HIBRID kah ? Pasti bukan... karena tidak lebih sempurna dari generasi atasnya. Bahasa masa depankah ? untuk menjadi bahasa Internasional ? Pasti juga tidak. Yah… itulah sekilas artikel ini untuk kembali ke slogan CINTA BAHASA INDONESIA. Salam untuk penulis program KOMPASIANA.. Si Ana yang sering ngambek, karena di kompas terus oleh pembacanya. Sehingga si Ana tidak mau buka bukaan, alias Halaman tidak bisa dibuka karena server tidak merespon Saya yakin, bahwa penulis program Kompasiana pasti bisa menulis dalam bahasa Indonesia. Sungguh malu saya, bila Kompasiana dibaca orang bule dan bahasanya adalah gado gado. Salam cinta bahasa Indonesia.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun