Mohon tunggu...
KOMENTAR
Diary

Kisah Sang Maestro Basuki Abdullah

20 Juni 2022   17:52 Diperbarui: 20 Juni 2022   18:05 484 1
Kisah inspirasi datang dari pelukis ternama Indonesia

Siapa si yang tidak kenal Fransiskus Xaverius Basuki Abdullah, atau Sering di sebut Basoeki Abdullah, beliau lahir di surakarta, 27 Januari 1915. Ia pelukis  terkenal yang memiliki kemampuan naturalisme, potrait, abstrak, dll.

Informasi lebih lanjut saya berkunjung ke museum tepatnya di Jl. Keuangan Raya No.19, RT.7/RW.5, Cilandak Bar., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12430

 saya bertemu dengan ibu susy sukmawati selaku edukator beliau menjelaskan beberapa lukisan yang ada di dalam museum

Sejak kecil, bakat melukis Basoeki Abdullah sudah terlihay. Bakatnyadiwarisi dari sang ayah, yang juga seorang pelukis Indonesia terkenal pada masa pemerintahan belanda saat itu, yang dikenal dengan ‘Hindia Jelita’.

"Nah pak basoeki ini dari kecil sudah berbakat sekali dengan kemampuan melukisnya itu" - tuty sukmawati
Hebatnya lagi basoeki abdullah di umur 4 tahun gemar melukis tokoh terkenal Mahatma Ghandi, Tabindranath Tagore dan Krisnamurti. hasil karyanya yang cukup luar biasa adalah lukisan Mahatma Ghandi dengan menggunakan pensil di atas kertas.

Basoeki abdullah mampu melukis dengan warna yang sangat nyata, seperti lukisan ratu yuliana yang di lukis basoeki abdullah di belanda, ia memenangkan kompetisi lukis hingga melawan 87 pelukis belanda, dan mendaptkan juara pertama.  

Pada saat itu basoeki abdullah mendapatkan stigma, bahwa ia di anggap tidak nasionalis, tetapi ia selalu menolak keras stigma itu, ia mengatakan

Basoeki mengatakan bahwa sebuah lukisan lahir tidak harus dengan menyandang paradigma perjuangan kebangsaan. basoeki juga menjelaskan bahwa ia melukis pahlawan-pahlawan bangsa
Bahkan, kisahnya, yang melukis pertama kali wajah Pangeran Diponegoro yang sebenar-benarnya adalah dia, lewat pertemuan di alam gaib.

Berkat keahliannya dalam bidang seni lukis, Basuki Abdullah mendapatkan panggilan untuk melukis raja, kepala negara, dan mengadakan pameran lukisanya di mancanegara, seperti di Singapura, Italia, Portugal, Inggris, dan beberapa negara lainnya.

Basoeki ditemukan tewas di kediamannya di Pondok Labu, Jakarta Selatan pada 5 November 1993.Akibat pembunuhan ini, lukisan BJ Habibie tak pernah rampung, bahkan baru selesai 50 persen.

Pelakunya adalah seorang pria yang bekerja sama dengan tukang kebun Basoeki. Mereka merencanakan perampokan di rumah pelukis legendaris tersebut. Kala itu mereka sedang melaksanakan aksinya lalu tepergok oleh Basoeki dan basoeki  langsung dipukul kepalanya sampai meninggal.

Setelah itu, mereka melanjutkan aksinya dan mengambil 43 arloji, sebuah kamera, walkman, jaket, uang sebesar Rp 200.000, dan segepok mata uang asing.



Lalu pihak keluarga menyerahkan rumah tersebut kepada pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal kebudayaan. Direktorat Permuseuman, untuk di jadikan Museum. Kemudian rumah tersebut direnovasi agar dapat di fungsikan sebagai Museum. Pada tanggal 25 September 2001,rumah tersebut secara resmi beralih fungsi menjadi Museum Basoeki Abdullah.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun