Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humaniora Pilihan

Setelah Muroja'ah Lupa Lagi, Kenapa Harus Muroja'ah Kembali?

4 Juli 2022   22:18 Diperbarui: 4 Juli 2022   22:56 1546 2

Istilah muroja'ah dewasa ini tentunya tidak asing lagi bagi kita. Pasti tahu bahwa artinya mengulang-ulangi hafalan secara berterusan. Kata muroja'ah ini diambil dari bahasa. Arab, kalau bahasa Inggrisnya review. Tapi, tidak lazim kata review digunakan untuk hafalan Al-Qur'an. Biasanya digunakan buat pelajaran umum. Kalaupun mau digunakan, sertakan dengan kata hafalan. Seperti review hafalan.

Sebagian siswa pasti ada yang beranggapan kalau hafalan yang di muroja'ah akan lupa, terus buat apa muroja'ah? Mereka beranggapan bahwa muroja'ah itu tidak penting. Muroja'ah itu hanya bikin kepala pusing, menghabiskan waktu, energi saja serta anggapan negatif lainnya. Tapi, apakah asumsi tadi benar? Jawabannya bagi orang yang paham pasti bilang salah total. Kenapa? Justru dengan muroja'ah itulah hafalan seseorang menjadi terjaga. Dengan muroja'ah itu, hafalan menjadi kuat. Bahkan menjadi lebih kuat lagi alias mutqin.

Muroja'ah itu memang membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit dan harus disertai dengan kesabaran level tinggi. Meskipun kadang membuat kita jengkel, karena sudah merupakan tanggung jawab, mau tidak mau harus memurojaah. Seberapapun sulitnya hafalan itu harus dimurojaah. Baik lagi malas, ataupun rajin. Lagi sehat ataupun sakit. Kerja ataupun libur. Selagi masih berkemungkinan untuk melakukan muroja'ah, muroja'ah itu adalah merupakan hal yang niscaya bagi para penghafal.

Ketika muroja'ahnya sulit, pasti lama dan melelahkan. Tapi, bukan berarti takut lelah, tidak mau berlama-lama, serta merta meninggalkan muroja'ah. Tidak! Ini awal malapetaka. Ketika membiarkan diri malas muroja'ah atau bahkan meninggalkannya, akan timbul dampak negatif yang sangat banyak. Misalnya, akan menyebabkan hafalan tidak lancar. Atau bahkan bisa menjadikan hafalan lupa. Bisa juga mempersulit para penghafal, untuk melancarkan hafalannya.

Dalam keistiqomahan muroja'ah, akan mendatangkan dampak positif yang banyak pula. Selain mempermudah para penghafalnya dalam mengingat, ia juga dapat meningkatkan daya ingat si penghafal. Semakin sering di muroja'ah maka daya ingatnya akan semakin bagus dan bertambah kuat. Kemudian, di akhirat nanti pertanggungjawabannya akan lebih mudah. Karena seseorang yang wafat dalam kesalihan; hafalannya dimurojaah terus-menerus hingga wafat, tentu ketika bertemu dengan Allah akan lebih mudah menjawab pertanyaan-Nya.

Dalam Hadis disebutkan bahwa nanti di akhirat setiap penghafal akan dites Allah hafalannya. Sejauh mana dia bisa jawab, segitulah drajatnya nanti di surga. 

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun