Mohon tunggu...
KOMENTAR
Bola Pilihan

Spanyol Rasa Barcelona, Dominan tetapi Tak Mematikan Maroko

6 Desember 2022   23:10 Diperbarui: 6 Desember 2022   23:13 494 9

Spanyol dan Maroko memperebutkan satu tiket ke perempat final Piala Dunia 2022. Duel kedua tim itu digelar di Education City Stadium, Selasa (6/12/2022) mulai pukul 22:00 WIB. Pemenang di laga ini akan menghadapi pemenang antara Portugal kontra Swiss beberapa jam berselang.

Kedua kubu menurunkan komposisi terbaik. Pelatih Maroko Walid Regragui tampil dengan formasi 4-3-3 dengan bertumpu pada beberapa pemain bintangnya seperti Achraf Hamiki dan Hakim Ziyech.

Hakimi ditemani Nayef Aguerd, Romain Saiss, dan Noussair Mazraoui di lini pertahanan. Mereka berada di depan Yassine Bounou yang kembali mendapat kepercayaan mengawal gawang Singa Atlas.

Azzedine Ounahi, Sofyan Amrabat, dan Selim Amallah dipilih untuk bersaing dengan trio lini tengah Spanyol yakni Pedri, Gavi, dan Sergio Busquets.

Hakim Ziyech, Youssef En-Nesyri, dan Sofiane Boufal menjadi andalan di lini serang. Postur tubuh kecepatan mereka akan diandalkan untuk menembus pertahanan La Furia Roja yang digawangi kuartet Jordi Alba, Aymeric Laporte, Rodri, dan Marcos Llorente.

Pelatih Spanyol, Luis Enrique menaruh kepercayaan kepada lima pemain Spanyol. Selain Jordi Alba, Pedri, Gavi, Sergio Busquets, ada juga Ferran Torres. Pemain yang disebutkan terakhir ditandemkan dengan Marco Asensio dan Dani Olmo di lini depan.

Pertandingan ini berjalan menarik. Spanyol tetap mengandalkan penguasaan bola. Namun, keunggulan "ball possession" tak otomatis berbanding lurus dengan peluang, apalagi gol.

Buktinya, sepanjang babak pertama, Spanyol rasa Barcelona itu memang dominan dari sisi penguasaan bola, tetapi tak mampu memecah kebuntuan. Spanyol mencatatkan penguasaan bola 59 persen namun tak mampu melepaskan satu pun tendangan "on target".

Sebaliknya, Maroko bermain percaya diri. Beberapa kali mereka berani memainkan bola di area pertahanan meski sekali kesempatan hampir berakibat fatal.

Aliran bola mengalir ke berbagai sisi hingga memaksa para pemain Spanyol harus bekerja keras. Serangan Maroko dari kedua sayap dengan penetrasi Hakimi cukup merepotkan Tim Matador.
 
Hingga wasit Fernando Rapallini asal Argentina meniup peluit tanda babak pertama usai, Spanyol tak juga mampu mencetak gol. Skor kaca mata menemani kedua tim ke ruang ganti.

Apakah situasi ini akan bertahan hingga waktu normal usai? Sepertinya Luis Enrique harus melakukan terobosan setelah jeda agar Spanyol bisa memaksimalkan penguasaan bola untuk mencetak gol. Mengangkat semangat para pemain depan yang menemui kebuntuan di paruh pertama. Begitu juga mengharapkan Gavi dan Pedri bisa menunjukkan versi terbaik setelah tenggelam di balik kecepatan dan tekanan para pemain Maroko.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun