Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humaniora

Cukuplah Sekali Hidup Lagi

11 Maret 2019   22:00 Diperbarui: 14 Maret 2019   05:57 19 0
   Dulu kamu tiada sekarang kamu ada. Sekarang kamu ada/hidup lalu kamu taulah pasti akan gk ada lagi/mati lalu akan dihidupkan lagi, tapi jangan sampai kamu dimatikan kembali, lalu kamu dihidupkan lagi lalu mati lagi.~you life and then you die and then you life again and then you die again and then you life again etc.`~
jangan sampai seperti itu. itu tandanya anda mati masuk neraka lalu disiksa, mendapatkan perlakuan yang buruk sama petugas disana. Dibully sampai mati lalu kamu dihidupkan lagi, lalu kamu kesakitan dan mati lagi, dst.
Jadi saya mengingatkan semoga kita dihidupkan Allah hanya 3 kali fase saja. Dihidupkan lalu dimatikan lalu dihidupkan lagi. jadi kita yang sedang hidup saat ini cukuplah sekali dihidupkan lagi.jangan sampai berlebihan kayak yang saya contohin diatas.
Dan konsep ini bisa juga dipakai dengan hal lain misal yaa karna gak jauh beda dengan kasus pacaran nak- anak saat ini. Merekakan pacaran lalu putus lalu cari pacar lagi lalu putus lagi dan begitu seterusnya. harusnya pacaran lalu nikah dan menjadi pasangan selamanya bukannya putus lalu cari yang baru apa gak sama ceritanya tuh dengan fase hidup-mati yang tiada hentinya diiringi siksaan perih diatas.
belum lagi kasus...solat lalu gak solat lalu solat lagi lalu gak solat lagi. kambuh kambuhan. Masalah ini juga terkait dengan mulut mulut nak-anak yang sering berkata kotor saat ini. mereka akan cakap kotor lalu tidak lalu main game pas kalah pasti akan cakap kotor lagi atau jatuh cakap kotor lagi. mungkin hidupnya pun dapat dipastikan hidup-mati-hidup-mati-hidup-mati dst. 
Saya gk punya bahan lagi. Jadi udah dulu anda kayaknya membacanya. lagian juga saya tau pasti anda punya kesibukan lain selain browshing-browsing ginian. karna kalo panjang panjang takutnya anda jadi lalai sama misal tugas kuliah, atau mungkin ibu anda sedang memanggil anda didapur lebih baik ibu dari pada browsing, jadi tinggalkan aktivitas ini. Oke cukup segini aja bahasan saya. kapan kapan saya kaji lagi.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun