Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud

Prioritas Akselerasi Pembangunan Maluku Setelah Stabil

2 Mei 2012   02:11 Diperbarui: 25 Juni 2015   05:51 307 0

Meski masih aktif menjabat sebagai Wamen Perindustrian, Alex telah menetapkan niatnya untuk ikut bertarung dalam pesta demokrasi pilkada Gubernur Maluku 2013, setelah Karel Ralahalu selesai periode jabatan gubernur tahap ke-2. Alex juga menyatakan belum lama ini, bahwa segera setelah survey elektabilitas atau kemungkinan keterpilihan tiap bakal calon (balon) gubernur didapat badan independen, dirinya akan lebih mantap memutuskan.

"Saya akan menyampaikan keputusan ini kepada Bapak Presiden SBY, setelah semua menjadi lebih pasti", tutur Alex yang jebolan New Castle University ini.

Kendala dan Rentang-Kendali Pembangunan Maluku

Provinsi Maluku dan Maluku Utara, seperti provinsi kepulauan lainnya, mengalami permasalahan rentang kendali kewilayahan yang pelik dan berbiaya mahal, karena akhirnya kembali pada isu abadi infrastruktur. Maluku di Era Soekarno-Soeharto terbentang dari pulau Morotai yang berbatasan dengan Filipina hingga pulau Kisar yang berada di depan hidung benua Australia, kemudian dibagi menjadi Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Provinsi Maluku Utara lebih dekat ke pulau Sulawesi dengan permasalahan sama, meski telah dimekarkan.

Provinsi Maluku yang terbentang dari pulau Buru, yang terisolir dan diisolirkan untuk tahanan politik (Tapol) 1965 di Era Soeharto, hingga kepulauan terselatan yang berbatasan dengan kaki benua Australia, masih menantang para gubernurnya untuk mendapat solusi yang tepat agar mengejar ketertinggalan dari provinsi lain, atau setidaknya keluar dari kategori provinsi termiskin. Maluku tercatat sebagai provinsi termiskin ke-3 di Indonesia. Ironis memang, sebelum dikenal sebagai Nusantara pun, kepulauan Maluku telah menjadi alasan internasional untuk dimiliki kaum koloni Eropa.

Sejumlah nama yang telah muncul untuk menjadi balon (bakal calon) gubernur Maluku seperti dikutip MOLUKEN.COM (Maret) adalah politisi senior PDI-P Alex Litaay, Abdullah Tuasikal (Bupati Malteng) dan Edison Betaubun (Anggota DPR RI dari Golkar).  Selain Alex, tiga nama ini relatif beredar di masyakat.

Sementara itu, nama lain yang beredar untuk balon wagub adalah Jefri Pattiasina (Kepala BJN Maluku dan Maluku Utara), Thamrin Ely (tokoh Maluku), Husnie Hentihu (mantan Bupati Buru), Komaruddin Watubun, SH, MH (DPRD Papua dari PDIP),  dan sejumlah nama lainnya.

Sejauh ini Alex aktif berkomunikasi di grup FB yang diinisiatifkan pendukung dan relawannya. Grup FB  “Dukung Prof. DR. Ir. Alex Retraubun, MSc Cagub Maluku 2013” diawaki Fuka Bupolo dengan pengguna 6.512, sementara “Relawan ALEX RETRAUBUN untuk MALUKU I”, didandani Polly Katipana dengan 2.418 anggota. Kondisi geografis Maluku menjadikan, jejaring sosial menjadi salah satu pilihan tepat dan murah sosialisasi diri balon gubernur.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun