Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud Pilihan

Harapan Warga Korban Bencana

20 Februari 2014   17:19 Diperbarui: 24 Juni 2015   01:38 69 0
[caption id="attachment_296463" align="aligncenter" width="300" caption="Luapan air sungai Citanduy yang merendam pemukiman dan ratusan hektar sawah di desa Tanjungsari, kecamatan Sukaresik, kabupaten Tasikmalaya"][/caption]

Bisa jadi warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya dan sekitarnya, nasibnya sama dengan warga Kampung Pulo, Jakarta. Setiap tiba musim hujan wilayah mereka menjadi langganan banjir yang sangat mengganggu aktivitas mereka sehari-hari. Dan menimbulkan kerugian yang lumayan besar.

Hanya saja sedikit bedanya kalau peristiwa banjir di Kampung Pulo begitu diekspos besar-besaran oleh media, sementara di Tanjungsari minim sekali ihwal pemberitaannya. Sehingga perhatian pihak pemerintah pun otomatis jauh dari harapan warga.

Dikatakan salah seorang warga, terjadinya luapan air sungai Citanduy itu selain karena hujan yang turun semalaman cukup deras, juga disebabkan seluruh anak sungai, seperti halnya sungai Cimuncang,  bermuara ke sungai  Citanduy. Sementara tembok penahan di kedua belah sisi bantaran sungai Citanduy tidak sesuai dengan tanah daratan di masing-masing sisinya.

Sebagaimana yang terjadi Selasa (18/2) malam akibat hujan yang mengguyur sejak sore harinya di wilayah tersebut, mengakibatkan air sungai Citanduy meluap sehingga merendam sebagian desa Tanjungsari, termasuk ratusan hektar sawah yang baru ditanami padi.

Banjir tidak hanya dialami warga Tanjungsari saja ternyata,  bahkan oleh warga tetangganya pun, di desa Golat, desa Kertaraharja, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, ratusan hektar sawah dan ratusan rumah ikut terendam banjir.

Malahan banjir itu pun hingga merenggut korban jiwa, Oneng (50) warga kampung Bungursari, desa Sindangherang, kecamatan Panumbangan,meninggal dunia akibat rumahnya dihantam tebing tembok kolam setinggi 3 meter.

Demikian juga yang terjadi di Kampung Warudoyong, Desa Sindangherang, Kecamatan Panumbangan, tebing sepanjang 50 meter mengalami longsor sehingga tanah dan material lainnya menutupi jalan raya Panumbangan – Panjalu.

Terlepas dari minimnya perhatian pihak  pemerintah, warga di wilayah itu tetap berharap, dan terus berharap, agar ada upaya upaya yang signifikan dari semua pihak, terutama pemerintah, untuk mengurangi dampak dari terjadinya bencana yang selalu terjadi saban tahun itu.

“Siapa tahu pemerintah hasil pemilu yang akan datang akan lebih memperhatikan kami,” harap mang Ohim, seorang warga Tanjungsari, “Seperti yang biasa dijanjikannya dalam masa kampanye, sebelum terpilih seperti sekarang ini.”

Ya, semoga. ***

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun