Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Delusiku di Titik Nol

12 Oktober 2020   20:03 Diperbarui: 12 Oktober 2020   20:05 159 36

sebut saja namaku: delusiku
lahir di sebuah lembah
seribu angan-angan
seribu mimpi
: tidak berdasar

ya namaku delusiku
pewaris kepandiran
penikmat pemujaan diri
memberhalai stupa-stupa
pengetahuan diketidaktahuan

akulah delusiku
pemburu sesat pikir
secara zahir, secara batin
kewalahan di antara angan, ingin
dan rekaan-rekaan

bahwa delusiku
sesekali mengalami disilusi
demi kepentingan sesuap puisi
yang terlahap di balik bayang-bayang
pada lorong sepi yang kunamai ilusi

begitulah delusiku
pada beribu-ribu cegukan
menghamba kebenaran kata-kata
padahal belum tentu sahih
: mungkin itu kebiasaan delusiku di titik nol

sumurserambisentul, 12 oktober 2020
arrie boediman la ede

KEMBALI KE ARTIKEL