Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Maafkan Aku Tuhan

21 Agustus 2022   23:16 Diperbarui: 21 Agustus 2022   23:18 170 8
Aku berdiri di lorong-lorong kecil di tengah malam yang sunyi
Menunggu rezeki tak kunjung datang

Berpindah lagi ke tempat yang berbeda mengemis rezeki
Menunggu bapa yang berkantong tebal!

Bila malam ini tak dapat
Esoknya kucari lagi
Begitulah pekerjaanku setiap hari

Andai saja aku seperti mereka
Duduk di belakang meja, kursi berputar
Tanpa mencari rezeki
Rezeki datang dengan sendirinya

Namun apa dikata
Itu hanyalah mimpi
Mimpi yang tak mungkin terwujud

Bagi mereka yang melihatku berdiri di lorong-lorong kecil, seperti sampah!
Sampah yang tak mungkin didaur ulang

"Maafkan aku Tuhan
Tubuh yang indah ini ku gadaikan demi selembar kertas"
Selembar kertas demi makanku sehari.

Dasi bermerek
Duduk di ruangan ber-AC
Namun korupsi
Merampas yang bukan haknya

Apa bedanya aku dengan mereka?


Bailengit, 21 Agustus 2022

Arnol Goleo

Baca juga:

Puisi pilihan: Membunuhku Tanpa
                         Menyentuh

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun