Mohon tunggu...
KOMENTAR
Dongeng

Nenek dan Kucingnya

2 Oktober 2011   11:41 Diperbarui: 26 Juni 2015   01:25 270 1
Kisah ini bermula di sebuah kota kecil di pinggir Jakarta.hiduplah seorang nenek berusia sekitar 80 tahun. Anak dan cucu-cucunya tinggal di Jakarta pusat, sementara suaminya meninggal beberapa tahun lalu karena sakit jantung.

Dalam hal finansial, kehidupan sang nenek sangat berkecukupan.Anak-anaknya selalu rutin mengirimkan uang setiap bulannya. Perabotan-perabotan rumah tangga seperti kompor gas, microwave, kulkas, mesin cuci,tersedia lengkap di rumah nenek.

Namun, segala fasilitas yang ada di rumah tersebut tak bisa mengusir sepi yang dirasakan sang nenek.Untuk itu Sang nenek memelihara lima ekor kucing yang lucu untuk dirawat sekaligus sedikit mengurangi sepi yang dialami dirasakan sang nenek.

Nenek sangat sayang kepada kucing-kucingnya.Diberimakan kucing-kucingnya secara teratur, setiap bulan selalu rutin perawatan bulu di salon hewan peliharaan. Selain itu nenek juga rutin membawa kucing-kucingnya untuk cek kesehatan di dokter hewan .

Salah satu kucing yang paling disayang nenek adalah Kitty. Kitty adalah kucing jenis anggora berumur sekitar 1 tahun.Rambutnya berwarna putih halus seperti kapas. Sangat jinak dan menggemaskan. Kitty suka sekali bermanja-manja di pangkuan sang nenek sementara sang nenek jg snang sekali mengelus bulu-bulunya yang lembut.

Suatu hari, hari sabtu tepatnya, seperti biasa sang nenek memandikan kucing-kucing kesayangannya. Dimulai dengan memandikan Kitty.Digosok-gosoknya bulu Kitty dengan lembut,di siram dengan air hangat dan di berinya shampo khusus kucing agar bulunya lembut dan bebas kutu. Setelah itu dikeringkannya bulu Kitty dengan handuk kering yang lembut.

Tetapi, karena Kitty jenis kucing anggora yang bulunya panjang-panjang, tidak mudah untuk membuat bulu Kitty cepat kering.

Kitty mulai gelisah.Secara alamiah, kucing itu membenci air dan membenci basah.

Karena kasihan dan sayang kepada Kitty, nenek berpikir keras bagaimana caranya agar bulu-bulu Kitty cepat kering.

Maka terpikirlah ide sang nenek untuk menggunakan microwave.Di gendongnya Kitty dengan penuh sayang dari kamar mandi menuju dapur.Kitty masih dengan manjanya menjilat-jilat bulu-bulunya yang basah.

Nenek membuka pintu microwave ukuran besar di dapur, kemudian meletakkan Kitty di dalamnya.Karena memang Kitty kucing yang jinak, dia menurut saja ketika dimasukkan ke dalam microwave oleh nenek. Malahan, dia meringkuk dan mengeong-ngeong dengan lucunya di dalam microwave tersebut.

Nenek menutup pintu microwave, kemudian menyalakan microwave dengan suhu terendah.

Semenit dua menit Kitty masih nyaman - nyaman saja di dalam microwave.Nenek pun merasa tenang dan kemudian kembali kekamar mandi untuk memandikan kucing-kucingnya yang lain.

Beberapa menit kemudian, gelombang elektromagnetik dan listrik statis microwave mulai bereaksi.Bulu-bulu Kitty berdiri.Kitty mulai merasakan hangat yang semakin hangat di dalam tubuhnya.

Ciri khas microwave adalah memasak dengan panas dari dalam keluar. Bukan dari luar ke dalam seperti oven atau alat pemanggang yang lain.

Kitty merasakan panas dan semakin panas dari dalam tubuhnya.

Dia mulai merasa gelisah.

Mencakar-cakar pintu microwave, mengeong-ngeong dengan keras. Menjerit-jerit.

Tetapi percuma. Pintu microwave terkunci rapat sementara sang nenek sedang asyik memandikan kucing-kucingnya yang lain.

Sekitar lima menit, udara dalam tubuh Kitty mulai mengembang.

Kitty merasa panas dan sesak. Dia terus menjerit dan mencakar-cakar. Perut Kitty mulai menggelembung seperti balon dan bulu-bulunya berdiri tegak.

Kitty sangat lucu dan menggemaskan sekali kelihatannya.. Seperti bola bulu berwarna putih.

Panas dan semakin panas.

Kitty sudah lemas menjerit dan mencakar.

Perutnya menggelembung semakin besar dan semakin besar.

sampai akhirnya,

" Dorrrrrrrrrrrrr...."

Perut Kitty meledak di dalam microwave...Isi perutnya yang setengah matang berhamburan...

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun