Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Bagaskara...

8 Juli 2020   18:15 Diperbarui: 8 Juli 2020   18:14 195 14
Di sisi tapak mandalawangi, kulepas pandang pada jejer rekah pakis muda. Mencoba siasati hela nafas yang hampir habis menuju ancala. Di depan, tangguh kau masih menjejak. Berseru tentang mimpi yang bersama kita tuju. Sebentar lagi. Haribaan abadi edelweiss terhampar sejauh netra memandang. Nirmala yang tak boleh kita genggam.

10 tahun berlalu...

Jauh dari pergantian waktu, aku masih tetap melangkah di lorong sunyi bumantara. Tak ada lagi tegap gagahmu yang biasa menopang dahaga. Tak ada angkuh. Hilang tangguh. Berganti ringkih yang selalu mengaduh. Sesal senyata diksi. Tumpah ruah, diperlatakan pada teras sujana.

Hari ini, Tuan, bagaskara nyengat menusuk netra. Tapi aku masih bertahan demi secuil karsa. Menantang sebuah tanya. Tentang kau yang diingat sekian warsa.

Melenggut pada dura, "Kehilangan ini milik siapa?"

- Jakarta, 05 Juli 2020 -

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun