Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Flowers Rich of Love: Prologue

26 Maret 2016   15:08 Diperbarui: 29 Maret 2016   16:55 149 2

Image Source: Google

Pogung Baru, Jogja

Jam 7 pagi tiba-tiba smartphone ku bergetar karena ada pesan singkat yang masuk. Ternyata pesan dari ibuku. “nak, jangan lupa ke suster Maria yah di asrama susteran belakang Panti Rapih. Inget titipan mama kmrn yah tolong di sampaikan ke suster Maria yah nak.” Kurang lebih begitu pesan singkatnya. Suster Maria adalah mantan walikelas ibuku sejak SD kelas 4 sampai SMA di Jakarta dulu. Sekarang umurnya sudah mencapai 90 tahun dan tinggal di asrama susteran Carolus Boromeus di belakang Rumah Sakit Panti Rapih. Ibuku sering menjenguknya ketika datang ke Jogja. Ibuku adalah murid favoritnya suster Maria makanya hubungan mereka sangat erat sekali. Aku belum pernah bertemu suster Maria sebelumnya. Tapi kebetulan hari Rabu aku tidak ada kuliah jadinya aku menyempatkan menjalankan amanah dari ibuku yang ada di Jakarta.

Hmmm aku mulai berpikir masak cuman mengantarkan titipan ibuku saja tanpa buah tangan lainnya? Sepertinya ada yang kurang begitu. Sebelum ke tempat suster Maria, aku sarapan di soto langganan dekat kosanku. Di tempat soto tersebut ada bunga yang menjadi hiasan. Bunga?!? Kenapa tidak bunga saja yah agar bisa menjadi hiasan di kamarnya suster Maria. Okelah aku beli bunga aja! Yang dikit dari sini dimana yah? Hmmm oiya di Monjali ada!

Setelah menyantap habis soto pesananku, aku langsung pergi ke monjali tak lupa membayar sotonya dulu hehehe. Ngeeeng sampe monjali bingung banyak toko bunga disana. Cari yang toko agak gede ahh agar milih bunganya lebih banyak. Akhirnya aku berhentikan motor ku di depan suatu toko bunga yang luamayan besar. Dari luar sudah banyak di pajang bunga-bunga dari bermacam jenis dan cantik rupawan bentuknya.

 Aku melangkah masuk ke toko tersebut. Tapi di pagi menjelang siang itu lumayan sepi. Toko-toko sekitar nya juga baru buka dan menata bunga-bunga indah yang menjadi produk unggulan setiap toko bunga di sekitar monjali. Akhirnya aku masuk ke toko bunga tadi. Tapi tidak ada orang sama sekali. Mungkin yang punya toko atau yang jaga toko tersebut itu sedang ada di belakang atau berada di tempat lain. Aku jadi ingat sewaktu aku masih kecil ketika bermain sama Pandi sahabatku dari kecil sampai sekarang saat kita ingin beli layangan di sebuah warung tidak ada yang jaga akhirnya kita putuskan untuk teriak “BELIIII BELIII”

Masa-masa waktu itu sangat indah isinya hanya bermain dan makan saja. Inget waktu kita ngadu layangan sama anak tetangga sebelah yang akhirnya kami menjadi pemenang hehe. Karena layangan kami memakai benang gelas jadinya tajam dan mantap hehehe. Aku masih ingat anak tetangga itu akhirnya menangis dan pulang ke rumah. Layangannya putus tp akhirnya Jadi rindu masa-masa itu . Eh kok malah ngelamun? Hehehe. Akhirnya aku sedikit teriak  “BELIII BELIII!!” aku sedikit malu karena inget sewaktu bocah hehe. Tak lama terdengar suara dari belakang pintu kasir “Iyaaa sebentaaar!” sambil terdengar suara langkah kaki yang sedang berjalan cepat. “Mau beli bunga apa mas?” Aku pun terkejut!

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun