Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humor

HATI-HATI PILIH TAKSI DI SURABAYA!!!

16 Juli 2012   03:42 Diperbarui: 25 Juni 2015   02:55 457 1
Info ini saya dapat dari pesan berantai teman saya. Kejadian ini terjadi hari Jumat malam lalu, demi melindungi korban, kita sebut saja namanya Bunga. Dari hasil wawancara, karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, Bunda harus bekerja sampai larut malam di kantornya daerah Margomulyo.

Kira-kira waktu jam 11 malam, Bunga memesan taksi untuk mengantarnya pulang ke kosnya.

"Dinoyo ya Pak." Sopir taksi itu hanya mengangguk dan langsung menjalankan taksi.

Selamat perjalanan tidak terjadi percakapan antara Linda dan si supir. Mungkin Bunga merasa capek karena bekerja sampai larut malam. Supir taksi pun tampaknya tidak berniat untuk berkomunikasi.

Sekitar 20 menit lamanya keheningan terjadi, tiba-tiba Bunga ingat, ia tidak bawa cukup uang untuk ongkos taksi. Di dompetnya hanya terdapat uang sekitar Rp25.000-an sedangkan pada umumnya, jarak antara kantor dan kosnya berkisar Rp65.000,00.

Bunga lalu mencolek pundak supir taksi dengan maksud berhenti dulu di daerah Undaan untuk mengambil uang di ATM. Tapi tiba-tiba setelah pundaknya dicolek, supir taksi itu membabi buta, dan cara nyetirnya makin ngawur sambil berteriak histeris dan akhirnya taksi itu menabrak pembatas jalan.

Beruntung, Bunga dan si sopir taksi itu tidak mengalami luka serius.

Sopir taksi itu kemudian menoleh dan berbicara dnegan Bunga, "Sapurane ya Bu. Ibu ora opo-opo ta? Ibu sih cuil-cuil pundake aku. Jadi, aku kagetnya setengah matek. (Maaf ya Bu. Ibu tidak kenapa-kenapa? Ibu colek pundak saya jadi kaget setengah mati)" kata pak supir dengan dialeg kental asli Suroboyonya.

Kata Bunga, "Loh, kok kaget toh pak? cuma dicolek pundak aja."

Jawab supir, "Ia Bu. Ini hari pertama saya jadi supir taksi Bu."

Tanggap Bunga, "Lah, emang sampean selama ini jadi supir apa Bu?"

Jawab supir, "Sebelumnya selama 20 tahun, saya jadi sopir MOBIL JENAZAH Bu!!!"

ARRGGGHHHH....

Selamat siang...selamat bekerja rekan-rekan...^^

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun