Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi

Satu Doa, Satu Musibah

31 Maret 2014   12:50 Diperbarui: 24 Juni 2015   00:16 36 0
Aku telah berdoa selama bertahun-tahun
Aku telah berdoa selama berabad-abad
Dewaku yang indah dan menyenangkan
Aku membangun kembali doaku semalam


Apakah Engkau telah punah
Jembatan menuju-Mu tidak terlihat
Kakiku telah berjuang menggapainya
Tapi, aku tidak merasakan kehadiran-Mu

Aku meminta kesehatan, kesejahteraan
Tapi, musibah bergegas mengutuk diriku
Aku meratap dan menunggu hal terbaik
Aku berteriak dan menjadi yang terbaik



Aku mempertahankan kebiasaan lama dan tersenyum
Aku mencairkan hubungan kita dan meninggalkan-Nya
Tanpa meninggalkan jejak-Nya bila ada yang salah di hatiku
Aku tidak bisa menangkap kelinci sampai aku tidak mempercayai-Nya...

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun