Mohon tunggu...
KOMENTAR
Lyfe

Goenawan Mangoenkoesoemo, Cermin Kebangkitan Bangsa yang Tidak Tersorot

4 Juni 2012   08:26 Diperbarui: 25 Juni 2015   04:24 731 0
Goenawan Mangoenkoesoemo saat itu bukan tokoh penting dalam basis perjuangan Indonesia. Ia hanya seorang mahasiswa STOVIA, sebuah sekolah dokter khusus pribumi, yang di dalam tubuhnya mengalir deras darah seorang pemberontak. Kakeknya adalah Mangoensastro, seorang abdi Pangeran Diponegoro yang selamat selama Perang Jawa berlangsung. Goenawan muda gelisah, layaknya tokoh perjuangan lainnya.

STOVIA adalah sekolah tinggi khusus priyayi. Lingkungannya elit, dan jarang menyentuh masyarakat lapisan bawah: sebuah lingkaran yang dibentuk Belanda untuk membentengi pribumi “beruntung” dari penderitaan visual yang dapat menimbulkan gejolak pemberontakan. Priyayi lainnya berhasil dibuat terlena. Banyak diantaranya yang tidak menyadari bahwa hidup mapan yang didapatkannya adalah hasil dari status “piaraan” Belanda. Goenawan muda sadar akan hal ini.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun