Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud

Miyabi Tobat, No Way for FPI

7 Mei 2010   11:03 Diperbarui: 26 Juni 2015   16:21 493 0
Siapa tak kenal Miyabi al Maria Ozawa, sang bintang filmĀ  panas asal jepang. Maria sangat dikenal di Indonesia karena memiliki wajah yang imut-imut and innocent. Setiap laki-laki yang tau internet pasti pernah memelototi tubuh miyabi dari berbagai enggel tanpa sehelai benangpun. Ketika maxima Film akan membuat film dengan judul menculik Miyabi, sontak masyarakat di kejutkan dengan pandangan yang pro dan kontra akan kehadiran sang maestro sex ini ke Indonesia. Yang pro mengatakan biar aja wong dia datang bukan untuk main film porno. Sementara yang kontra mengatakan bahwa miyabi adalah simbol sex bebas, maksiat, iblis dll... Yang paling keras dalam hal ini adalah FPI yang mengancam akan melakukan sweeping jika miyabi tetap didatangkan ke Indonesia. Bahkan menteri peranan wanita, Mutia Hatta, menentang kedatangan miyabi. Tak menyerah sampai disitu, Maxima tetap memproduksi film ini. Hanya produser tidak mendatangkan si cantik miyabi tapi menjemput bola alias mengambil scene yang diperankan oleh miyabi di Jepang. Ada hal menarik mengapa miyabi mau menerima tawaran main film komedi ini, karena memang dia sudah tobat dari dunia esek-esek. Dia berusaha mengubah imagenya dengan mencari uang secara halal. Dulu, diakuinya bahwa dia melakukan pekerjaan di film bokep (biru) semata-mata mencari uang. Dan 3 tahun terakhir dia tidak melakoni film begituan lagi. Film berjudul "menculik miyabi" ini udah kelar dan bahkan sudah lolos sensor sebagai film komedi. Menurut berita akan tayang pada 6 Mei, namun cerita belum selesai dengan hal kontroversial dari sosok miyabi. FPI (front Pembela Islam) masih tetap menghendaki sosok Miyabi tidak ada di film itu. Mereka akan men-sweeping jika film itu tetap di putar di bioskop di Indonesia. Yang membuat banyak orang geli apa yang salah dengan isi film itu. Badan sensor film yang berhak menyatakan apakah sebuah film itu layak atau tidak beredar di Indonesia menyatakan film ini layak tayang. Lantas apa kekuatan FPI untuk melarang film ini, jika mereka melakukan anarkis maka mereka sudah melawan pemerintah yang sah. Dimana kekuasaan pemerintah kita yang sah, kalau ada ormas yang dapat menganulir keputusan pemerintah, dalam hal ini Badan Sensor Film Indonesia, dengan membawa masa yang banyak. Sungguh sebuah ironi apabila hal-hal semacam ini terus terjadi. foto miyabi diunduh dari google img

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun