Mohon tunggu...
KOMENTAR
Pendidikan

Pembelajaran Memproduksi Teks Negosiasi dengan Menggunakan Model Non Examples

10 Desember 2022   11:37 Diperbarui: 10 Desember 2022   12:06 1281 0
BAB III

  • METODOLOGI PENELITIAN
  • Metode Penelitian
  • Metode penelitian merupakan cara yang dilakukan untuk memecahkan masalah serta untuk menguji hipotesis sebuah penelitian. Sugiyono (2014: 2) menyatakan bahwa "Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu".
  • Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode ini dipilih untuk meneliti masalah dan mendapatkan gambaran tentang proses pembelajaran memproduksi teks negosiasi dengan menggunakan model examples non examples yang dilakukan oleh guru dan siswa serta menjadi sumber data penelitian ini.
  • Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang memaparkan atau menggambarkan suatu fenomena yang terjadi. Sesuai dengan pendapat Arikunto (2007: 234) yang mengatakan bahwa "Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan".
  • Uraian di atas telah jelas memberikan alasan dengan dipilihnya metode deskriptif sebagai metode untuk memecahkan masalah penelitian, karena pada dasarnya penelitian deskriptif menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan subjek yang diteliti secara tepat, serta memberikan gambaran mengenai proses pembelajaran memproduksi teks negosiasi yang dilakukan oleh siswa.
  • Desain Penelitian
  • Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian eksperimen. Desain tersebut menggunakan penelitian prates dan pascates pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Desain ini merupakan perbandingan antara kondisi sebelum dan sesudah diberikan perlakukan atau perbandingan hasil prates dan pascates. Sehingga, untuk dapat membedakan dari  kedua kelompok tersebut bahwa grup eksperimen diberi perlakuan tertentu, sedangkan grup kontrol diberikan perlakuan seperti keadaan biasanya.
  • Sejalan dengan uraian tersebut Arikunto (2013: 125) menyatakan Tru Experimental Desain, yaitu jenis-jenis eksperimen yang dianggap sudah baik memenuhi persyaratan. Yang dimaksud dengan persyaratan dalam eksperimen adalah adanya kelompok lain yang tidak dikenal eksperimen dan ikut mendapatkan pengamatan. Dengan adanya kelompok yang disebut kelompok pembanding atau kelompok control ini akibat yang diperoleh dari perlakuan dapat diketahui secara pasti karena dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan perlakuan.

  • Berdasarkan uraian di atas desain dalam penelitian ini menggunakan jenis desain control group pre-test post-test yang dapat digambarkan sebagai berikut:
KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun