Mohon tunggu...
KOMENTAR
Fiksiana

"Room 421"

14 Mei 2012   18:21 Diperbarui: 25 Juni 2015   05:17 164 0
Searching....

Ah.. ujung jalan ini ternyata menuju ke tempat aku pernah singgah, dulu!

Tiba di suatu tempat yang pernah aku singgah tahun lalu.

"Seperti fatamorgana...,ah.. bukan.., sperti...."

Pergumulan itu terus menyeruak dari benak  yang terus membisikan ratusan petuah bijak,

Terus mencari, bertambah tak tentu... mulai dari sisi otak kiri sampai sisi otak kanan.. menjalar sampai ke batang otak yang terus merangsang aku untuk segera hengkang dari ingatan yang sungguh tak terlalu perlu.

"Arghhhh.. DEJAFU!!!"

"Ujung lorong itu... iya.." seru aku kegirangan dalam hati.

Tas punggung masih menggelayut.. langkahpun masih ku tempuh.

Dan.. Langkah ini seolah tak beranjak dari tempat semula, karena sisi yang kulalui semua sama.. , pintu-pintu yang sama, dinding-dinding yang sama, lampu-lampu penghias langit-langit yang sama juga..., sampai orang - orang yang berpapasan denganku pun sama, berbalut pakaian-pakaian yang sama dengan mimik muka yang sama.., senyum, senyum yang sama yang memang bagian dari cara hidup yang diharuskan bagi orang-orang itu untuk tersenyum.

421,

"Asalamualaikum.. selamat datang! "

Cermin didepanku menyapa..

Pintu yang kubuka kemudian aku ayun lagi langkah ini.., beranjak menyisir ruang lantai karpet warna cokelat dengan motif yang samar-samar karena cahaya kamar memang agak redup.

"Hmm.. masih belum berubah"

"Alhamdulillah...," ucapku lirih

Sesegera mungkin lekas-lekas aku rebahkan punggung ini untuk menikmati lelahnya tas punggung yang hampir seharian menggelayut di belakan bahuku..

"Dua minggu.., yach dua minggu yang panjang.."

"Dua minggu yang panjang, semoga aku dapat melaluinya.."

Di ujung malam saat malam pertama di room 421,

Never ending stories...

Kepenatan demi kepenatan, perlahan terkikis bersama datangnya kantuk hebat yang mengintai di ujung mimpi yang tak terbatas..., terasa hebat!

Yach.. terasa hebat! Saat cantiknya warna kelopak bunga yang menghiasi mahkota mawar diujung mekar-mekarnya menghiasi ruang rindu di dalam keinginanku..

Seperti seolah doaku terjawab sudah,

"Ah.. tak semudah itu,"

"Tak segampang itu..."

Itu inginku, yach inginku...

Berkali aku menekankan keinginan yang ingin ku raih, aku yakin, karena memang aku yakin.

"Emang mudah meraihnya? Segampang itukah? "

Sampai pada tempat dulu pernah Orchid menemukanku, "Ah.. gak asik"

"Hmm.. savana?? "

"Ho'o..!"

Bolehlah, OK! Dan mulai saat ini aku akan sering lagi menggunakan kata itu, SAVANA

Sebungkus rokok, segelas kopi, sugar places yang aku pakai untuk asbak, dan sebotol minuman mineral.

Tubuh yang terasa enteng karena uporia dari otak yang berusaha menguasai akal sehat ini terus menggerogoti alam bawah sadar yang sedang tak ingin aku tinggalkan.

Disini, aku bisa sesukaku, keinginanku, kemauanku,marahku, sedihku, kangenku, sampai rasa dendam yang tak ingin ku pupuk milikupun liar sesuka-sukanya aku umbar untuk memenuhi ruang hati yang lama sepi..

Batang keberapa aku mulai lupa telah habis kuhisap dalam - dalam..., asapnya pun bersegera memenuhi ruang, seperti kebingungan diawal yang sempat hampir menerkamku jauh ke dalam.

Tiba tiba...

"Kenapa ya, kenapa aku koq teringat mawar dijung sana ya.. ?"

"Ah.. kurang ajar.. tambah jadi aja keinginan itu,"

Keinginan untuk memindah mawar yang sudah semestinya berada di tempatnya yang entah sejak kapan dari awal aku menginjakan kaki disini..

Lirih tapi pasti, aku berusaha meyakinkan pendengaranku...

Aku masih belum tersadar juga.., tambah penasaran...

Coba aku perhatikan lebih..

Suara yang nggak asing!

Penasaranku semakin bertambah, dan bertambah..

Ada suara lain, nadanya lebih berirama...

"Yach.. hanphone, handphoneku rupanya.."

Terperanjat aku segera bangun...

"Oalah... bunyi bel pintu ternyata!" gumamku sendiri selepas dari mimpi kusut yang memenuhi ruang pikiran ini, beranjak aku pun menuju ke arah pintu.

"Chek in jam berapa bro ?" suara dari orang yang kukenal baik tertuju ke aku

"Bel pintu dipencet sampe seratus kali, handphone di telpon juga gak diangkat, tidur ya?" pertanyaan yang masih tertuju ke aku.

:)

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun