Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Artikel Utama

Puisi | Untuk Tenang, Lagu Maaf Diputar Ulang

27 Mei 2019   20:03 Diperbarui: 30 Juni 2019   05:00 259 18

Mungkin terlatih
Sedari kecil tiba dewasa tiada selesai
Haruskah keliru jadi pemandu fasih
Tak adil jua bila hanya berujar damai

Masih teruskan
Rayuan udara keruh gombali hirup
Bukannya napas rangkul sejuk pikiran
Malah isap asap kotor knalpot; degup

Tahu-tahu saja
Rintih dan serapah memuai dikepala
Buah dari sengaja atau tak kuasa
Hingga tradisi 'cuma maaf' dipiara

Mungkin belum jenuh
Setelinga semata masih menanti jera
Tak cukupkah dampak sedu meriuh
Dalam nyanyian nostalgia pendusta

KEMBALI KE ARTIKEL