Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud

KNPB Akan Kembali Lakukan Aksi Damai

28 Mei 2015   01:22 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:31 81 0


Menurut Ketua Umum KMPB pusat, seperti yang dilansiri oleh Free West Papua Wews, setiap pihak diundang untuk rapatkan barisan dan satukan langkah bersama KNPB dalam aksi damai. Melalu aksi damai, kita rakyat Papua akan mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk membuka kebebasan berekspresi, dan mendukung ULMWP sebagai anggota MSG.

“Papua ini diwarnai dengan sejarah hitam, yang penuh dengan lumor, memorial passionis dalam sejarah. Kita tidak melupakan hal itu. Kini kita hendak melawan pemerintah kolonial Indonesia dengan menggulingkan segala sistem kejahatan pemerintah Indonesia di Papua. Sehingga kehadiran pemerintah luar negeri bagi Papua menjadi hal yang penting dan mendesak. Dan itu mesti dinyatakan dengan membuka ruang demokrasi bagi Papua, membuka akses wartawan asing dan mendaftarkan ULMWP sebagai anggota MSG di Vanuatu, tandasnya dalam sumber itu.

Agus Kosay memohon dukungan doa maupun materil kepada semua pihak yang prihatin tentang kemanusiaan menjelang aksi demo damai nanti. Karena dukungan merupakan rahmat dan kekuatan abadi bagi kami rakyat tertindas.

Sementara itu, hampir semua masyarakat di wilayah Papua memberikan respon yang positif atas seruan tersebut. Sesama sebangsa kami sudah pulang dari negeri leluhur karena ditembak mati secara tidak manusia oleh pemerintah Indonesia (TNI/Polri). Jadi suara duka kami, rakyat Papua ini harus segera didengar oleh semua pihak termasuk pemerintah luar negeri dalam negeri.

“Seruan ini sama dengan seruan damai, adil dan bermartabat serta bebas dan jujur sebagai warga Papua adanya.”Ujar sejulah itelektual Papua setelah ditemui awak jubi di sejumlah tempat yang berbeda-beda.

Dikabarkan, aksi damai itu tentunya akan dimediasi oleh Komite Nasional Papua barat secara serentak dari sorong sampai Merauke pada tanggal 28 Mey 2015. Semoga pemerintah siap mendengarkan sura rakyat Papua sekalipun telah lama dibungkam secara tidak sopan. (Ernest Pugiye)

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun