Mohon tunggu...
Ko In
Ko In Mohon Tunggu... Mendengar, bersama cari solusi

Berikan senyum pada dunia, gembirakan orang karena tidak sedikit orang yang berat beban hidupnya.

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Sensasi Padi, Gabah dan Nasi Disawa Pawon Jogja

20 September 2018   15:20 Diperbarui: 22 September 2018   04:16 957 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sensasi Padi, Gabah dan Nasi Disawa Pawon Jogja
Sate lilit, nasi tumpeng dan nila bakar (foto: Ko In)

Namanya Disawa Pawon, letaknya memang di kelilingi sawah. Bagian depannya ada beberapa petak sawah yang baru saja ditanami padi. Bagian belakang untuk saat ini ditanami jagung dan saya berkesempatan melihat mamanya Bre, salah satu penulis Kompasiana Jogja yang mencoba praktik menanam padi atau nandur. Menanam sambil berjalan mundur.

Namanya juga petani dadakan maka banyak polahnya yang sering membuat ketawa ibu-ibu petani yang sedang nandur padi. Apalagi komentar Kjog (Kompasiana Jogja) lain, Aga dan Arni. Lengkap sudah sore itu, suasana yang tenang, tidak begitu panas karena awan menutupi hampir seluruh Sleman bagian utara waktu itu. Berubah jadi ramai oleh tiga cucu Hawa ini.

Sasha nandur (foto: Ko In)
Sasha nandur (foto: Ko In)
Langit nampak mendung, di atas Disawa Pawon yang terletak di Sawahan Lor, Demangan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Jogja. Tapi belum saatnya hujan akan turun. Mungkin matahari sudah begitu hafal dengan keluhan tiga perempuan ini. Sasha, Aga dan Arni jika matahari bersinar terlalu terik.

Maka Matahari memilih untuk bersembunyi di balik awan daripada mendengar omelan mereka bertiga. Sambi  mengintip tiga perempuan cantik, berpose dan sibuk mengabadikan suasana serta moment yang jarang ditemui untuk kedua kalinya.

Perempuan dan sawah (foto:Ko In)
Perempuan dan sawah (foto:Ko In)
Bisa jadi anda yang datang ke Disawa Pawon saat menikmati aneka makanan khas desa malah mendapat kesempatan untuk ikut memanen padi. Merasakan sensasi memegang butiran-butiran padi yang sudah menguning, diam-diam menyimpan beberapa bulir padi sebagai kenang-kenangan untuk dibawa pulang.

Sekaligus rasa syukur pada Sang Agung yang telah memberi rejeki cukup. Dapat makan bersama keluarga di rumah yang letaknya di kota, jauh dari desa. Tanpa harus repot-repot kotor kena lumpur. Kulit jadi gosong kena terik matahari, atau gatal terkena batang padi seperti saat menanam, merawat  dan memanen padi. 

Arni Batik (foto:Ko In)
Arni Batik (foto:Ko In)
Itu salah satu dari banyak hal yang dapat anda jadikan pengalaman tidak terlupakan saat berada Disawa Pawon Jogja. Tersedia pula berbagai properti seperti baju sorjan, blangkon, caping, bakul atau kranjang dari anyaman bambu. Beberapa ikat jagung, jerami dan sepeda tua yang dapat dipergunakan untuk memperindah tampilan anda saat "dijepret".

Boleh jadi ada yang mengatakan sejarah terus berulang dan waktu terus berputar. Kemarin itu sejarah, sekarang adalah kenyataan dan besok adalah mimpi. Maka abadikan moment seru saat ada di Disawa Pawon, ciptakan keceriaan dan keakraban. Bangun kebersamaan dengan keluarga, orang tercinta atau sahabat-sahabat terkasih.

Blankon, Kjog dan Budi (foto:Ko In)
Blankon, Kjog dan Budi (foto:Ko In)
Disawa Pawon menyediakan itu semua, ruangannya cukup luas, suasananya sejuk walau matahari bersinar dengan gagahnya. Dindingnya terbuka, memungkinkan angin dapat berhembus kesana-kemari menjadikan sejuk ruangan. 

Bangunan resto yang berbentuk limasan menjadikan resto ini nampak seperti rumah desa pada umumnya. Yang membedakannya dengan rumah yang lain, ada beberapa umbul-umbul dan papan nama resto "Disawa Pawon".

Sejauh mata memandang ke utara dari dalam resto jika beruntung dapat melihat puncak gunung Merapi yang menjulang tinggi. Seolah mengingatkan kita untuk tidak tinggi hati.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x