Mohon tunggu...
KKN MBKM MD
KKN MBKM MD Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

KKN MD Universitas Negeri Malang

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pisah Kosan: Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Lingkungan oleh Mahasiswa Universitas Negeri Malang

27 Oktober 2022   15:21 Diperbarui: 29 Oktober 2022   15:24 444
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Universitas Negeri Malang (UM) merupakan salah satu perguruan tinggi yang tengah melaksanakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka-Membangun Desa (MBKM-MD) dengan mengusung tema tahun ini, yaitu Desa Inovatif Desa Produktif. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka-Membangun Desa merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa program studi kependidikan dan non kependidikan Strata Satu (S1) selama kurang lebih empat bulan. Sasaran penempatan program ini adalah desa-desa yang telah bermitra dengan UM, salah satunya Desa Senggreng yang terletak di Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang.

Salah satu bentuk pengabdian dalam masyarakat adalah pelaksanaan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang mengatasi masalah secara tepat. Tentunya di Desa Senggreng masih terdapat masalah-masalah yang belum teratasi, salah satunya berkenaan dengan isu sampah. Selama ini masyarakat Desa Senggreng melakukan pemusnahan sampah dengan cara membakar seluruh sampah di pekarangan belakang rumah mereka tanpa adanya pemilahan terlebih dahulu. Beberapa tempat umum di desa seperti sekolahan telah menyediakan tempat pilah sampah tetapi kesadaran warga sekolah akan pemilahan sampah masih sangat minim. Dari fakta lapangan tersebut, kelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang membentuk suatu program dengan nama "Pisah Kosan: dari Pilah Sampah Hasilkan Olahan Kompos dan Kerajinan".

Program Pisah Kosan dilaksanakan dalam tiga kegiatan utama, yaitu sosialisasi pemilahan sampah yang tepat, pemanfaatan sampah organik dengan pembuatan kompos, dan pemanfaatan sampah anorganik dengan pembuatan kerajinan. Tujuan dari Program Pisah Kosan adalah membentuk karakter anak yang ramah sampah dengan cara memahami pemilahan sampah dan cara mengolah sampah hasil pemilahan dengan tepat. Sasaran dari Program Pisah Kosan adalah TK Dharma Wanita Persatuan 4 yang berada di Dusun Ngrancah Desa Senggreng.

dokpri
dokpri

Kegiatan pertama dalam Program Pisah Kosan adalah pelaksanaan Sosialisasi Pemilahan Sampah yang dilaksanakan pada Hari Sabtu Tanggal 01 Oktober 2022 di TK Dharma Wanita Persatuan 4. Sosialisasi dilakukan dengan pemaparan materi tentang sampah, jenis-jenis sampah, pentingnya pemilahan sampah, dan games penguatan materi. Games dilakukan dengan cara anak-anak TK diberi sampah organik dan anorganik secara acak. Kemudian mereka diminta untuk mencoba memilah jenis sampah mana yang mereka dapatkan, apakah itu sampah organik atau anorganik?

dokpri
dokpri

dokpri
dokpri

Kegiatan selanjutnya yaitu pembuatan kompos daun yang dilaksanakan pada Hari Sabtu Tanggal 15 Oktober 2022 di TK Dharma Wanita Persatuan 4. Pertama, kegiatan dilakukan dengan melaksanakan pelatihan pembuatan kompos pada guru-guru TK. Kegiatan yang selanjutnya pembuatan kompos dilakukan bersama dengan anak-anak.

dokpri
dokpri

Kegiatan yang ketiga yaitu pembuatan kerajinan bunga dari bungkus plastik makanan ringan yang dilaksanakan pada Hari Selasa Tanggal 25 Oktober 2022 di TK Dharma Wanita Persatuan 4. Kegiatan dilakukan bersama anak-anak dan didampingi oleh wali kelas untuk membuat kerajinan bunga dari bungkus plastik makanan ringan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun