Ngesti Setyo Moerni
Ngesti Setyo Moerni Ibu Rumah Tangga, TP PKK KTS, Konsentrasi di Lingkungan(Mentor Mengolah Sampah Skala Rumah Tangga, penghijauan, tanaman obat dan lain-lain) dan lain-lain

Berusaha mengurangi yang berakibat rusaknya Lingkungan, dimulai dari diri ku sendiri dan Keluarga

Selanjutnya

Tutup

Muda Pilihan

Alvin Prabu, Generasi Penerus Pakubuwono ke-10

15 Februari 2018   09:46 Diperbarui: 15 Februari 2018   13:36 301 2 0
Alvin Prabu, Generasi Penerus Pakubuwono ke-10
Saatnya menuntut ilmu disegala bidang apa sja. Gambar. Dok. Pri.

Usianya masih 17 tahun tetapi sudah duduk di smester 4 pada Perguruan Tinggi Swasta ternama Jakarta, mengambil jurusan Accounting, merupakan jurusan yang sangat diminatinya, dimana memerlukan kecerdasan, ketelitian dengan kepelikan tingkat tinggi.

Ketika penulis tanyakan, "Alvin sampai smester 4 ini kamu lelah belajar nggak?" Karena menurut mitos dan bisik-bisik tetangga alias kata orang yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, jika kecilnya belajar terlalu keras/di Push, maka besarnya pada saat kuliah akan mangkrak kelelahan belajar.

"Nggak Bude, biasa saja, kadang ada kesulitan memang tetapi itu merupakan tantangan untuk mencari solusi" Jawabnya kalem dengan ciri khas tatapan mata tajam bersahabat kepada lawan bicaranya, dibarengi dengan senyum ramah, ganteng nih bocah.

Jawaban yang membuktikan bahwa mitos dan bisik-bisik tetangga tersebut tidaklah benar karena Alvin Prabu Wiratama ini sudah membuktikan dari smester pertama lulus secara cumlaude nyaris sempurna. Padahal anak seusia ini umumnya masih duduk dibangku SLTA kelas sebelas atau dua belas, sedengnya hura-hura.

Alvin Prabu. Gambar Dok Pri
Alvin Prabu. Gambar Dok Pri

Sementara di Kampus Alvin tidak melulu menjadi kutu buku, ngedupruk duduk menghafal, memang kenyataan bahwa ilmu itu bisa didapat dari mana saja. Di Kampus ini Alvin juga aktif di organisasi kampus pada Organisasi himpunan Mahasiswa jurusan akuntasi, Parlemen feb. 

Dengan ikut organisasi kampus Alvin berfikir menghimpun bekal masa depan jika nanti sudah terjun ke masyarakat, dia dapat menghadapi masyarakat dengan penyampaian yang enak lugas dan mudah dicerna masyarakat pada umumnya maupun berhadapan dengan siapa saja agar tidak gagap pidato, karena sudah terlatih ketika mengikuti organisasi kemahasiswaan dikampus. Itulah Alvin si Cerdas yang sudah menyiapkan masa depannya sendiri dengan apik

Nama Lengkapnya RM Alvin Prabu Wiratama, putra kedua dari Dua bersaudara. Lahir bulan July tahun 2000 yang merupakan cucu canggah Sri Susuhunan Pakubuwono ke X Raja Surakarta Hadiningrat

Alvin masa-masa SMU masih terlihat kecil. Gambar.Dok. Pri
Alvin masa-masa SMU masih terlihat kecil. Gambar.Dok. Pri

Ketika Sekolah Dasar, nilai matematika Ujian Negara menembus angka 100 dan memang rangking terus. Di Sekolah Menengah Pertama, Alvin sudah minat untuk mengikuti[kelas akselerasi] program percepatan lompat kelas, sehingga waktu yang seharusnya ditempuh selama duabelas bulan, dapat diselesaikan  menjadi enam bulan saja sebanyak dua kali dikelas tujuh dan kelas delapan.  

Pada waktu Sekolah Menengah Umum disana tidak ada ranking kelas tetapi Alvin masuk dikelas unggulan dipastikan masuk ke jurusan IPA, tetapi rupanya diam-diam Alvin Prabu sudah punya minat dan rencana akan kemanakah kelak meletakkan keputusan dalam mengambil jurusan? Jurusan IPA kurang menarik baginya karena memang dia sudah punya keputusan sendiri sehingga memilih ke jurusan Sosial. Rupanya dia memang sudah mengincar belajar accounting sejak dini.

Penulis dan Alvin Prabu Gambar.Dok. Pri
Penulis dan Alvin Prabu Gambar.Dok. Pri

Gambaran Alvin ini adalah anak yang kalem, rendah hati dan ramah tidak songong. Kebanyakan sih kalau memliki kelebihan seperti Alvin terkadang diajak bicara itu malas-malasan berinteraksi kepada sesiapapun, kecuali yang diminatinya, jawabnya sepotong-sepotong, tidak dengan Alvin jika berbicara dibarengi dengan senyuman serta selalu menatap lawan bicaranya, jadi bisa terjalin komunikasi dua arah.

Ketika masih SMP dan SMU di Solo Alvin tidak banyak keluar rumah atau keluyuran seperti layaknya para ABG. Hanya berkumpul dengan teman-teman group belajarnya, makan-makan lalu pulang karena memang waktunya sangat sempit untuk hura-hura mungkin tidak terpikir dan tidak cukup waktu.

Waktu luangnya dihabiskan didepan komputer mengerjakan tugas, menengok Eyangnya di Imogiri yang menjalankan tugas menjadi Jurukunci makam Raja-raja Jogya-Solo secara turun temurun, tugas tersebut memang selain keturunan dari Raja, tidak diperkenankan menjadi juru kunci Makam Raja-raja. Eyang KPH[Kanjeng Pangeran Haryo] Suryonagoro ini sangat menyayangi Alvin, demikian juga sebaliknya.

Tempat main favorit Alvin berbincang-bincang diteras belakang rumah Solo bersama teman-teman belakang, dengan pak Tanto, Koko, prenjak Cipluk dan lainnya. Alvin sangat dekat dengan pengasuh tersayangnya bu Tanem, dia ini yang selalu cerewet dan selalu telaten mengantar sekolah menyiapkan makanan dan kebutuhannya, ketika Ibundanya sibuk diluar kota. 

Alvin Prabu kiri bersama Ibu, Kakak serta calon kakak ipar. gambar Dok.Pri
Alvin Prabu kiri bersama Ibu, Kakak serta calon kakak ipar. gambar Dok.Pri

Sejak kecil menjadi anak yang mandiri

Meski sejak kecil sudah ditinggal ayahnya Almarhum RM Agus Priyatmo, sementara Ibundanya R Ay. Koesdarma Dewi yang selalu berada diluar kota, namun demikian ibunda Alvin ini tidak lepas memonitor dan selalu berkomunikasi lewat telepon, suasana yang demikian ini tidak mempengaruhi semangat belajarnya, di Solo Alvin tenang bersama pengasuh kesayangan[mbok e] bu Tanem, selain les pelajaran Alvin juga dipandu oleh Budenya yang Dosen Universitas Sebelas Maret untuk jurusan matematika.

Tetapi sekarang ketika dia di Jakarta bu Tanem tidak menyertainya, tetap mandiri bersama kakaknya Kevin Alviando ternyata bocah ini tidak cengeng dan benar-benar bisa tegar dan mandiri menghadapi suasana apa saja.

Bude hanya bisa nitip pesan turut jejak Eyang Canggahmu Eyang Pakubuwono ke X yang sukses membawa nama harum Kerajaan Surakarta hadingrat. Gunakan kecerdasan yang dititipkan Alloh Subhanahu Wa ta'ala ini untuk memajukan Nuswantara NKRI, kita semua tidak dapat meramal apa yang akan terjadi kelak dengan Alvin Prabu, berjalan lurus saja seperti yang ditempuh selama ini.

Penulis memang sengaja mengangkat kiprah anak yang masih berumur 17 tahun tetapi sudah mampu melangkah dan mengejar citanya, agar menjadi motivasi bagi pemuda-pemudi yang ingin terus menata masa depannya sendiri, karena hari ini tidak hanya untuk berhura-hura menjalankan hal-hal yang negatif, mari anak-anak muda berfikir jernih demi masa kedepan.

-Ngesti Setyo Moerni