Kinan Lambong
Kinan Lambong

Waspada Neo Kapitalisme dan Serangan Asimetris. KORUPTOR, dihukum MATI saja.

Selanjutnya

Tutup

Kandidat

Pelengkap Penderita Itu Mahfud MD

11 Agustus 2018   06:28 Diperbarui: 11 Agustus 2018   08:51 594 0 0
Pelengkap Penderita Itu Mahfud MD
Pelengkap penderita itu Mahfud MD (Dok Pribadi) Foto dari Kompas.com

Bayangkan betapa menderitanya Mahfud MD yang digadang gadang untuk menjadi Cawapres pada hitungan menit menuju penetapan kandidat terkuat untuk Cawapres Joko Widodo, Mahfud MD di program secara protokoler oleh pihak Jokowi untuk menunggu di plataran Resto Menteng Jakarta Pusat pada Kamis 9/8/2018 depan depanan seberangan dengan Restoran Te Sate dimana semua pimpinan partai pendukung telah berkumpul.

Mahfud MD sempat menunggu ditempat pengasingan itu selama lebih kurang 30 menit lamanya belum saja ada tanda tanda penetapan secara aklamasi tentang janji kepada Mahfud MD untuk definitif menjadi Cawapres Jokowi.

Kejam nian pihak/kelompok protokoler secara dramatis yang menganjurkan Mahfud MD menunggu disitu berlama lama, yang akhirnya Jokowi mengumumkan bahwa KH. Ma'ruf Amin definitif sebagai Cawapres Jokowi ketika itu, bukan Mahfud MD yang mantan Ketua MK. 

Terbayang bagi kita betapa kecewanya Mahfud MD ketika itu. Akan sangat berbeda tingkat perasaan kekecewaannya jika Mahfud MD menunggu di rumahnya atau dipenginapannya layaknya seperti KH.Ma'ruf Amin.

Masyarakat juga saat itu menunggu nunggu kehadiran Mahfud MD yang sudah mempersiapkan baju kemeja berwarna putih bercelana panjang berwarna hitam khas busana yang sering dipakai Jokowi, sudah susah payah membuat ulang surat keterangan diri dari Kepolisian Yogyakarta, sudah pula menyerahkan Curriculum Vitae. 

Malah sudah berkata dalam sebuah wawancara media elektonik Mahfud MD sebagai Cawapres Jokowi adalah merupakan panggilan sejarah. Apalagi Mahfud MD telah menyampaikan bahwa selang sehari sebelum Kamis 9/8/2018  telah mengukurkan ukuran baju seragam dengan baju Jokowi untuk digunakan pada jam 09:00 Wib besoknya ke KPU bersama Jokowi.

Kita semua teringat dengan kondisi perasaan Maruarar Sirait kader PDIP yang sudah datang ke Istana Negara dengan baju kemeja warna putih untuk menjadi kandidat Menteri Kabinet Kerja Jokowi yang akhirnya pulang nelangsa, mungkin seperti itu juga perasaan Mahfud MD. 

Mungkin juga kedua orang ini sudah mensosialisasikannya kepada sanak keluarganya untuk mohon Do'a restu atau kepada para saudara sekampung. Apakah cara dan gaya ini yang berulang kembali sebagai prasyarat ritualnya Jokowi untuk menumbalkan perasaan orang lain harus tersakiti didalam sebuah acara pilihan ?

Pada saat Mahfud MD menunggu tanpa wujud harapan nyata dilokasi itu, kader PDIP Maruarar Sirait datang, rupanya Mensesneg Pratikno sudah menyiapkan mobil khusus untuk menjeput Mahfud MD serta Maruarar Sirait untuk datang ke Istana Negara.

Ada sandiwara dan misi konspirasi apa sebenarnya dengan mengorbankan perasaan Mahfud MD, diantara Maruarar Sirait dan Mensesneg Pratikno serta Jokowi ? (Kinan Lambong)

Sosok KH.Ma'ruf Amin dikenal sebagai pembela serta pendukung kuat "Islam Nusantara" yang mengandung nilai blunder dan kontroversial penuh aneka pembenaran yang tidak mendasar secara kokoh.