Mohon tunggu...
Kinan Lambong
Kinan Lambong Mohon Tunggu... -

Waspada Neo Kapitalisme dan Serangan Asimetris. KORUPTOR, dihukum MATI saja.

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Gagasan Kalajengking Jokowi Tidak Bisa Dijelaskan Rinci oleh Menteri Terkait, Ada Apa?

28 Mei 2018   04:30 Diperbarui: 28 Mei 2018   08:26 1028
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tidak ada Juknis dan Juklak dari Gagasan Kalajengking Jokowi (sumber: aceh.tribunnews.com)

Padahal itu Pidato Nasional yang Sangat Penting di Musrenbang RKP 2019 yang dihadiri oleh para Gubernur Propinsi, Bupati, Walikota dan para Menteri Kabinet Kerja.

Semoga gagasan Kalajengking ini tetap kita ingatkan kepada Pemerintah sehingga bisa berproses menjadi sebuah tindakan dan berkinerja produktif didalam masyarakat, selanjutnya gagasan Kalajengking ini agar tidak tenggelam atau sengaja ditenggelamkan dengan berbagai kasus harian yang muncul silih berganti.

Jika Pemerintah atau Presiden Joko Widodo tidak bisa menjalankannya, kita harapkan juga Pemerintah atau Presiden Joko Widodo bisa menjelaskannya maksud yang sebenarnya dari pencuatan gagasan Kalajengking tersebut. Jika salah katakan dengan jiwa 'Revolusi Mental' salah jika benar, buatlah segera Juklak dan Juknisnya sehingga rakyat bisa menjadi kaya memproduksi racunbisa Kalajengking sebagaimana janji manis pada pidato Presiden Joko Widodo.

Kita mencatat, Presiden Joko Widodo sendiri yang menyatakan "Jangan menyebarkan berita HOAX" dan semoga Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo di Musrenbang RKP 2019 yang mencuatkan gagasan komoditas Kalajengking tidak mengandung informasi Hoax.

Disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada Murenbang RKP 2019 sebagai gagasan dengan penyampaian yang gagah perkasa sangat percaya diri, kalimat dalam intonasi sangat meyakinkan tidak dalam keraguan.  Penggalan pidato Presiden RI Joko Widodo tersebut :

"Apa komoditas paling mahal di dunia pasti banyak yang menjawab emas, bukan emas, bukan emas. Ada fakta yang menarik dari informasi yang saya baca, komoditas yang paling mahal saat ini adalah racun dari scorpion, racun kalajengking harganya $US.10,5 juta per liter, artinya Rp.145 Milyar per liter. Jadi kalau Gubernur, Bupati, Walikota mau kaya, cari racun kalajengking."

LIPI saja, tidak tahu bagaimana budidaya kalajengking dan disampaikan dan dikatakan oleh pihak LIPI, racun bisa kalajengking bisa sangat berbeda kualitasnya antara yang dibudidayakan dengan yang liar dan yang liar memiliki kualitas yang lebih baik menurut referensi yang mereka baca.

Racunbisa kalajengking mengandung unsur protein, kerenanya pengambilan serta penyimpanannya perlu penanganan yang cukup baik dan higienis.

Karena gagasan kalajengking disampaikan seorang Presiden Joko Widodo apalagi pada acara formal Musrenbang RKP 2019, seharusnya sudah ada juklak dan cara penangkapan dan cara pengambilan racunbisa kalajengking. Selanjutnya kemana harus menjualnya dengan harga seperti yang di sampaikan Presiden Joko Widodo oleh Kementerian terkait.

Sampai detik ini Pemerintah Jokowi, belum ada juklak dan teknis terapannya serta cara mendapatkan atau menangkap kalajengking yang spektakuler tersebut menurut pidato Joko Widodo yang bisa bikin cepat kaya tersebut. Harusnya pidato dan gagasan seorang Presiden ditindak lanjuti agar berdaya manfaat ekonomis bagi kehidupan rakyat oleh para pembantu Presiden.

Kita yakin banyak masyarakat desa diseluruh Indonesia saat ini menanti-nantikan tata cara penangkapannya dan pengambilan racunbisanya, lalu kemana penjualannya yang 1 liter racunbisa kalajengking Rp.145 M.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun