Mohon tunggu...
Wahyu Barata
Wahyu Barata Mohon Tunggu... Marketing Perbankan

Wahyu Barata.Lahir di Garut 21 Oktober 1973. Menulis puisi, cerita pendek,dan artikel. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di Sari Kata, majalah Aksara , Media Bersama, Kompas, Harian On Line Kabar Indonesia, beberapa antologi bersama, dan lain-lain.Kini bekerja di BNI Syariah Bandung dan tinggal di Bandung.

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Libur Mudik di Tebing Breksi

12 Juni 2019   11:07 Diperbarui: 12 Juni 2019   11:10 0 0 1 Mohon Tunggu...

Hari ketiga setelah Lebaran  aku dan Putri masih ingin menikmati suasana Yogya, kota kelahirannya. Setelah memilih-milih tempat wisata, akhirnya kami mengunjungi Tebing Breksi di Dukuh Lempong, Desa Sambirejo, Prambanan.

Tebing kapur menjulang tinggi di kawasan penambangan batu kapur yang luas itu dulunya berupa endapan abu vulkanik gunung api purba Nglanggeran.

Situs bersejarah unik ini sudah dikelola masyarakat setempat menjadi kawasan wisata, tanpa mengubah kondisi geologis dan bentuk aslinya.

Para seniman lokal memahat beberapa sisi bongkahan tebing dalam bentuk relief wayang. Tampak eksotis saat matahari terbit.

Kawasan ini terletak 2,5 kilometer di selatan Jl. Raya Prambanan-Piyungan, dari simpang tiga Candi Prambanan atau Pasar Prambanan, belok kiri mengikuti arah petunjuk jalan yang dibuat Pemerintah Kabupaten Sleman.

Masuk ke Tebing Breksi para pengunjung hanya membayar seikhlasnya, untuk parkir motor bayat  dua ribu rupiah, untuk parkir mobil bayar lima ribu rupiah. Ada juga sewaan jeep  tiga ratus ribu rupiah untuk perjalanan jangka pendek ke Candi Ijo,  Watu Papal, Watu Payung, dan candi Banyunibo. Untuk paket perjalanan medium sewa jeep empat ratus ribu rupiah, kami bisa menikmati perjalanan ke Embong Pandanrejo,  Candi Barong, candi Dawangsari, Spot Riyadi, Candi Ijo,  dan candi Banyunibo.

Di Tebing Breksi para pengunjung dapat berfoto di berbagai lokasi foto instagramable, dan berfoto bersama burung hantu. Mas Deden pemilik jasa foto bersama burung hantu mengungkapkan dia sudah lama menjalani usaha ini." Dulu berfotonya bersama burung elang, tapi tidak enak sama kakak yang anggota pengelola Tebing Breksi. Elangnya di lepas diganti burung hantu."

Mas Deden sangat ramah kepada para wisatawan yang ingin berfoto bersama burung hantu, dan cukup membayar seikhlasnya saja setelah berfoto. Ada dua jenis burung hantu Bubo Sumatra yang paling besar, dua jenis Bubby Fish yang tubuhnya cukup besar tetapi tidak sebesar Bubo Sumatra, tampak paling sering makan dibandingkan yang lain, dan dua jenis Oriental Obay yang tubuhnya paling kecil, berbulu coklat-cream, paling aktif bergerak dan suka joget.

Pengelola juga memasang poster tokoh dan pahlawan nasional untuk menambah kreasi lokasi berfoto. Di atas bukit kita akan takjub dengan lanskap pemandangan kota  Yogyakarta dan Gunung Merapi.